in

5 Strategi Meningkatkan Omset Penjualan di E-Commerce

Photo by marcrovector From Freepik

E-commerce merupakan wadah yang membantu penjualan barang yang dijual secara online, atau istilah lainnya toko online. Dimana, penerapannya menggunakan aplikasi atau website resmi dari brand tersebut. Dalam platfrom ini, yang ada hanyalah jualan brand kita saja, tidak ada toko online ataupun competitor lain.

Artinya, platform ini dibuat khusus dan secara ekslusif hanya dikelola oleh brand atau merek itu sendiri. Jadi, tidak ada pihak ketiga yang ikut campur didalamnya.

Tidak adanya pihak ketiga, membuat semua strategi pemasaran real berasal dari kerja keras team pemasaran brand tersebut. Hal ini karena, menarik pelanggan dan pengguna bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Maka dari itu, diperlukan sebuah strategi pemasaran yang tepat dan tertuju pada customer.

Menjualkan barang bukan hanya mampu melakukan proses penjualan saja. Akan tetapi, juga mampu mempertahankan pembeli dan pengguna untuk selalu menggunakan produk dari brand kita.

Untuk dapat mencapai hal tersebut, maka dibutuhkna kreatifitas dan kemampuan yang tinggi dalam dunia pemasaran. Jika ingin mengembangkan bisnis online di e-commerce. Sebaiknya, ikuti beberapa strategi pemasaran berikut ini.

1. Optimasi media sosial

Semakin kesini, kita tahu perkembangan media sosial semakin pesat pertumbuhannya. Hampir semua orang di dunia mengaksesnya setiap hari. Bisa dibilang perkembangannya selalu bertambah dan stabil.

Saat ini, tidak ada hal yang tidak bisa diketahui. Dengan adanya media sosial, semua informasi mudah diperoleh dan dicari. Tidak heran, jika media sosial kini menjadi salah satu strategi pemasaran untuk berbisnis. Banyak sekali fitur media sosial yang saat ini membantu penjual mempromosikan produknya.

Ketika menggunakan pemasaran di media sosial, maka peluang kamu untuk berinteraksi dengan penjual juga besar. Disini, kamu bisa me-repost konten customer yang di dalamnya terdapat produk jualan kamu. Bisa dibilang, startegi ini cukup efektif untuk membangun loyalitas dengan pembeli.

Ketika loyalitas sudah terbangun, artinya kamu telah mendapatkan kepercayaan dari customer. Sehingga, seiring berjalannya waktu mereka akan selalu aktif memantau media sosial brand kamu. Atau bahkan ikut aktif di dalamnya.

Tidak hanya itu, media sosial juga bisa digunakan sebagai analisis demografi. Ketika sudah mengetahui audiens-nya siapa, maka akan sangat mudah untuk kamu menentukan strategi selanjutnya.

Oh iya, untuk meningkatkan follower dan minat audiens. Pastikan membuat postingan yang menarik dan terjadwal.

2. Content marketing

Yang namanya menarik minat pembeli, tentu membutuhkan sebuah strategi pemasaran (marketing). Sebab, marketing yang terstruktur dan jelas dapat meningkatkan penjualan.

Apabila menggunakan e-commerce sebagai tepat transaksi penjualan. Maka, sebaiknya gunakan content marketing yang memberikan edukasi bagi pelanggan dan pengguna. Dengan begitu, kamu bisa mengajak audiens untuk terlibat langsung di dalamnya.

Pembuatan konten pemasaran, bisa dibilang susah-susah gampang. Oleh sebab itu, sebaiknya pahami dulu produk dan audiens kamu. Sehingga, saat memberikan konten edukasi, tidak melenceng dari produk dan minat audiens. Kemaslah konten tersebut semenarik mungkin.

Selain memperhatikan niche yang spesifik untuk content marketing. Kamu juga perlu berinovasi pada setiap pembuatan konten. Karena, pada dasarnya hal-hal tersebut dapat memperluas pengunjung, serta meningkatkan traffic media sosial tokomu.

Untuk mencapai target, maka diperlukan pengembangan terus-menerus. Sebab marketing, tidak bisa hanya dilakukan dalam satu kali kesempatan saja.

Hal yang paling terpenting dari content marketing adalah niche. E-commerce bisa sukses jika memiliki niche yang spesifik. Dimana, hal ini sangat berpengaruh dalam memperluas audiens kamu. Sehingga, berpotensi besar terhadap penjualanmu.

3. SEO (search engine optimization)

Di dunia per-website-an, SEO menjadi salah satu hal yang paling penting untuk meningkatkan pengunjung situs. Sesuai namanya, strategi ini berfungsi mengoptimalkan penelusuran di google.

Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan konten dengan kata kunci yang tepat. Selain itu, perlu penerapan yang sesuai untuk menghasilkan traffic yang lebih baik. Strategi ini bisa diterapkan dengan menggunakan konten dalam bentuk tulisan.

Ketahuilah, minat seseorang banyak berubah-ubah setiap waktunya. Maka, buatlah konten baru dan dicari oleh para pengguna. Sebagai seorang pembisnis harus selalu up to date. Karena dengan begitu, kamu akan mengetahui apa yang dibutuhkan oleh customer kamu.

Disisi lain, kamu bisa menggunakan SEO tools yang dipasang pada setiap produk di website store. Adanya tools akan lebih meringankan kamu untuk mendeteksi kesalahan pada setiap konten yang dibuat. Sehingga, dengan mudah kamu bisa mengoreksinya.

4. E-mail marketing

Traffic e-commerce bisa ditingkatkan dengan menggunakan cara atau strategi e-mail marketing. Dengan menggunakan startegi ini, penjual bisa mendapatkan daftar e-mail audiens yang memiliki tingkat minat lebih besar pada produk kita.

Ada dua cara untuk mendapatkan daftar email audiens. Pertama, pelanggan melakukan transaksi atau check out produk. Atau yang kedua, menambahkan form opsional pada website e-commerce yang dikelola.

Tidak heran, jika e-mail marketing menjadi sangat penting dalam strategi pemasaran. Kenapa bisa begitu? Karena dengan mudah penjual bisa membidik audiens secara langsung melalui email pribadi. Sehingga strategi ini bisa berpotensi dalam menaikkan penjualan.

Tenang, tidak perlu harus memasukkan email audiens satu persatu. Cukup dengan menggunakan tools e-mail marketing, semua startegi bisa kamu lakukan tanpa ribet.

5. Kolaborasi

Kolaborasi saat ini menjadi salah satu strategi pemasaran yang banyak berpengaruh terhadap penjualan. Dimana, dengan mudahnya kamu akan mendapatkan peningkatan skala bisnis yang nyata.

Saat ini, hampir semua pembisnis menggunakan strategi kolaborasi. Hal ini karena, hasil yang didapatkan cukup efektif untuk peningkatan penjualan. Banyak model kolaborasi yang bisa dipilih. Akan tetapi, kolaborasi yang banyak digunakan berupa influencer marketing.

Dimana, pihak influencer nantinya akan menampilkan produk brand kamu di bagian aktivitasnya. Sehingga, strategi ini bisa menarik audiens dari akun influencer yang telah kamu pilih tersebut.

Apabila, influencer yang kamu gunakan memiliki pengaruh yang besar. Bisa dipastikan jika produkmu akan mendapatkan lebih banyak respon. Pada akhirnya, bisa meningkatkan minat dan penjualan produkmu.

Proses kolaborasi tidak semerta-merta begitu saja dilakukan. Perlu adanya rencana dan konsep yang matang agar pihak influencer bisa nyaman. Pastikan produkmu sudah sesuai dan tepat.

Tidak ada hal yang tidak mungkin bagi kamu yang mau berusaha dan belajar. Cobalah terapkan dan pelajari strategi pemasaran di atas. Jika kamu memiliki strategi lain yang lebih efektif. Jangan lupa berbagi di kolom komentar ya!