in

7 Film Romansa Dengan Alur Kisah yang Anti-Mainstream

7 Film Romansa Dengan Alur Kisah yang Anti-Mainstream
Sumber Freshly Married

Kisah Romeo dan Juliet pastinya sudah tidak asing lagi di telinga kalian bukan? Simbol kisah cinta romantis ini memang sudah sangat melegenda, bahkan sudah banyak diangkat dalam serial tv maupun film layar lebar.

Tapi jika diperhatikan lagi, ternyata banyak film romansa yang mengusung jalan cerita tak jauh berbeda alias itu-itu saja. Alur ceritanya selalu dimulai dari perkenalan, dekat, jatuh cinta, konflik kemudian bersatu kembali.

Bosan dengan alur cerita film romansa yang seperti itu-itu saja? Di bawah ini rekomendasi beberapa film romansa yang akan sukses membuat kamu kagum karena alur ceritanya yang anti-mainstream.

1. Silver Linings Playbook (2012)

Sumber: Alpha Codes

Film yang rilis delapan tahun silam ini bercerita tentang seorang suami yang sangat mencintai istrinya Nikki. Sayang dalam kisah cinta tersebut, Nikki selingkuh hingga membuat Pat suaminya harus menghajar pria selingkuhannya.

Bak sudah jatuh tertimpa tangga, insiden tersebut membawa Pat harus dirawat di rumah sakit kesehatan mental dan terpaksa mematuhi perjanjian untuk menjaga jarak dengan mantan istrinya.

Rasa cinta yang begitu besar terhadap Nikki membuat Pat sangat yakin akan adanya silver linings atau akhir yang membahagiakan, yakni kembalinya Nikki ke pelukan Pat. Silver linings dianggapnya bisa terjadi jika dirinya berusaha menjadi pribadi yang jauh lebih baik.

Namun keinginan yang selalu tertanam di dalam hati Pat berubah ketika ia bertemu dengan Tiffany, gadis cantik yang ditinggal mati suaminya.

2. Her (2013)

Film Her (2013)
Sumber: Twitter

Cinta masa kecil bisa dirasakan dalam film Her yang rilis tahun 2013 ini. Theodore yang memiliki kepribadian introvert merasa depresi dan kesepian pasca bercerai dengan mantan istrinya yang tak lain adalah cinta masa kecilnya.

Untuk menghilangkan depresi dan kesepian yang selalu menghantuinya, Theodore memutuskan untuk membeli sistem operasi yang bertugas menjadi asisten virtual dengan AI atau kecerdasan buatan.

Theodore memilih suara perempuan sebagai asisten virtualnya dan memberi nama Samantha. Tak disangka, kemampuan Samantha berkembang pesat secara psikologi dan membuat Theodore terkesan.

Percakapan keduanya menjadi semakin intim dan membuat Theodore jatuh cinta dengan asisten virtualnya tersebut.

3. (500) Days of Summer (2009)

Sumber: Brilio.net

Memiliki selera musik yang sama membuat Tom jatuh cinta pada Summer, seorang pegawai baru di kantornya. Perasaan ini tidak segera diungkapkan oleh Tom, hingga suatu hari Summer mencium Tom di kantor dan membuat teman-teman sekantornya mengatakan jika Tom menyukai Summer.

Sayang, meski sudah terlihat nyaman dengan Tom ternyata Summer hanya menganggapnya sebagai teman. Ditambah lagi mainset-nya yang tidak percaya dengan cinta.

Lalu apakah cinta Tom akan terbalaskan? Simak aja langsung di (500) Days of Summer.

Baca juga: Percayalah 6 Hal ini Akan Membuat Hubungan Pacaran Kalian Menjadi Sia-Sia dan Tak Bermakna

4. Eternal Sunshine of the Spotless Mind (2004)

Eternal Sunshine of the Spotless Mind (2004)
Sumber: CINEJOUR

Meski sudah rilis sejak 16 tahun lalu, namun alur cerita yang dibawa oleh film romansa satu ini dijamin tak akan membuat kamu bosan menontonnya. Joel yang merupakan seorang introvert dan sangat pemalu berjumpa dengan Clementine yang berkepribadian ekstrovert.

Pertemuan tersebut membuat Jeol jatuh cinta pada Clementine. Tak butuh waktu lama, keduanya langsung merasa cocok hingga saling jatuh cinta. Selama menjalin hubungan, mereka berdua seakan tidak menyadari bahwa keduanya pernah melalui hubungan selama 2 tahun.

Karena konflik hebat yang terjadi antara keduanya, mereka pun memutuskan untuk mengakhiri hubungan tersebut. Clementine pun memutuskan untuk melupakan hubungannya dengan Joel, begitu juga dengan Joel.

Namun dalam proses melupakan hubungan tersebut, Joel justru menemukan banyak ingatan tentang Clementine yang sebelumnya sudah tidak ia ingat.

5. Yes Man (2008)

Yes Man (2008)
Sumber: IMDb

Carl merupakan sosok pria yang sangat membosankan. Ia memutuskan untuk hidup sendiri dan menyendiri setelah perceraiannya dengan mantan istrinya.

Bukan hanya menjauhi, namun Carl juga banyak dijauhi oleh teman-temannya. Dia selalu menolak ajakan teman-temannya untuk bertemu dan bersenang-senang.

Hingga suatu hari, Carl dipaksa untuk ikut dalam sebuah seminar yang berkonsep “selalu mengatakan ‘ya’ untuk setiap kesempatan yang datang”.

Seminar ini membuat Carl harus mengikuti perjanjian untuk selalu mengatakan “ya”. Jika dia berani mengatakan “tidak” sekali saja, maka bersiaplah untuk menerima kesialan.

Awalnya, Carl menganggap hal tersebut skeptis, bahkan cenderung selalu mendapat kesialan setelah dirinya mengatakan “ya”. Namun semua itu berubah semenjak Carl bertemu dengan Alisson.

6. The Lunchbox (2013)

Sumber: YouTube

Film Bollywood memang selalu memiliki feel romansa tersendiri bagi penikmatnya. Durasi yang panjang dan campuran genre dalam satu film membuat film Bollywood sering kali sulit ditebak alur ceritanya.

Keunikan dan keseruan film Bollywood juga bisa kamu jumpai di film The Lunchbox yang rilis pada tahun 2013 ini.

Berbeda dengan film India lain, bahan magic yang ditonjolkan disini adalah makanan. Bahan pengantar ini seakan membuktikan pepatah lama “jalan untuk menuju hati seseorang adalah melalui perutnya”.

Kisahnya tentang seorang duda dan ibu muda yang pandai membuat kotak makan siang yang lezat. Awalnya, kedua karakter ini hanya saling mengenal melalui surat, hingga menciptakan dunia fantasi bersama.

Bukan hanya menegaskan tentang kisah cinta yang tak kunjung bertemu, namun dalam perjalanannya kisah cinta mereka menunjukkan bagaimana kesiapan untuk menjalin keseriusan.

7. In the Mood for Love (2000)

Sumber: Mubi.com

Kamu penyuka kisah romansa yang dibalut dengan puisi-puisi indah? In the Mood for Love adalah pilihan film romansa yang tepat untuk kamu tonton.

Film yang rilis tahun 2000 ini mengusung latar belakang tahun 60-an di Hong-Kong.

Ceritanya tentang tetangga yang membentuk sebuah hubungan setelah keduanya mencurigai jika pasangan mereka saling selingkuh. Film ini mengekspresikan puisi dengan sangat mempesona, karena sang sutradara justru lebih tertarik pada pengambilan gambar spontan, tanpa naskah.

Pengembangan film In the Moof for Love pun banyak dilakukan selama proses syuting yang memakan waktu lebih dari satu tahun.

Pastikan tujuh film romansa di atas masuk dalam daftar tontonan yang akan menemani akhir pekanmu.

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Avatar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *