in

Ketahui 7 Tanda Kekerasan Emosional dalam Hubungan Pacaran

Menjalani sebuah hubungan selalu ada naik dan turun, di mana hal ini sangat wajar terjadi. Tapi bagaimana bila kondisi menurunnya jalinan asmara dalam hubungan dipicu oleh kesalahan yang disengaja? Misalnya saja seperti kekerasan emosional.

Perlu kamu tahu, bahwa ada beberapa tanda kekerasan emosional dalam hubungan pacaran yang seringkali nggak kamu sadari. Ingatlah bahwa kekerasan nggak melulu soal fisik, tapi juga psikis seseorang yang sering ditekan.

Kekerasan verbal dan emosional adalah salah satu contoh dari kekerasan psikis yang kerap terjadi dalam hubungan pacaran.

Ada banyak penyebab mengapa hal ini sering terjadi. Bisa jadi kamu begitu cinta padanya atau malah kamu yang sudah terbiasa mendapat kekerasan seperti itu, namun tak lantas menyadari ada yang salah.

Bagaimana pun, nggak ada yang namanya pembenaran atas kekerasan baik itu dalam pacaran ataupun pernikahan. Termasuk kekerasan emosional, di mana jangan sampai hal-hal ini sampai keluar dari mulut pacarmu.

Jika sampai terjadi, bukan tidak mungkin hal ini menjadi pertanda bahwa dia melakukan kekerasan emosional padamu dan nggak layak dipertahankan.

Masih bingung apa saja kata-kata atau ucapan yang sekiranya masuk dalam tanda kekerasan verbal dalam pacaran? Biar makin jelas bagaimana hubunganmu, simak tanda-tanda di bawah ini.

1. Menganggapmu tidak bisa melakukan apapun, apalagi tanpanya

Menganggapmu tidak bisa melakukan apapun, apalagi tanpanya
Photo by đôn chu viết from Pixabay

“Masa sih kamu bisa melakukannya?”

Apa ini adalah salah satu ucapan yang sering kamu dengar? Cowok yang sering bercanda denganmu dan terkesan merendahkan seperti menggunakan kalimat di atas, sebenarnya perlu kamu waspadai.

Kalimat tersebut bisa menjadi indikasi salah satu kekerasan non fisik yang dilakukan pacarmu. Apalagi jika dia kerap melakukannya dalam sebuah hubungan, sehingga lama-kelamaan kamu anggap itu sebagai sebuah candaan semata.

Jika dibiarkan berlama-lama, perkataan tersebut bisa semakin berlebihan dan membuat hatimu semakin terluka loh.

Jika kamu udah merasakan hal tersebut, jangan membiarkannya kembali merendahkanmu. Karena semakin lama dia akan semakin semena-mena sama kamu dan akhirnya menyakiti dirimu sendiri.

2. Pasangan nggak pernah ada untukmu tanpa alasan jelas

Pasangan nggak pernah ada untukmu tanpa alasan jelas
Photo by goodinteractive from Pixabay

Sering berlama-lama menunggu kabar dari dia tapi tetap juga tak kunjung ada hasil?

Dia jarang memberikan kabar padamu, meski saat itu sedang tidak sibuk. Satu-satunya alasan dia tidak menghubungimu adalah karena rasa malas dan bosan. Kondisi ini haruslah kamu perhatikan.

Karena pasangan yang tidak pernah ada untukmu bisa menjadi tanda kekerasan emosional dalam hubungan. Terutama jika pada awalnya, pasangan biasa menunjukkan sikap yang manis dan romantis.

Beberapa cowok biasanya akan menunjukkan rasa cinta berlebihan saat mengejarmu. Tetapi ketika kamu sudah percaya bahwa dia menyukaimu, bisa jadi dia akan berpaling.

Penyebabnya adalah karena kamu sudah masuk ke dalam permainannya. Jadi jangan heran kalau dia akhirnya mulai menunjukkan sikap manipulatif dan perilaku yang kasar secara emosional. Jangan percaya bila dia berdalih hal tersebut dilakukannya atas dasar rasa sayang.

3. Terlalu posesif dan membuat hidupmu penuh dengan batasan-batasan nggak masuk akal

Terlalu posesif dan membuat hidupmu penuh dengan batasan-batasan nggak masuk akal
Photo by Free-Photos from Pixabay

Punya pacar yang nggak mengijinkanmu buat jalan-jalan, hangout, atau sekedar chat dengan sahabat?

Menjadi sangat wajar, bila sejak kamu pacaran sama dia akan ada perubahan dalam banyak hal. Contohnya terkait waktumu jalan-jalan bersama teman-teman, belajar, ataupun sekedar acara kantor.

Kamu bisa saja menjalin hubungan yang baru dengan pasangan, asalkan nggak mengganggu kehidupanmu dimasa depan.

Mungkin saja cowokmu semakin lama membuatmu merasa bahwa hidupmu nggak sebebas biasanya dan waktumu lebih banyak dengannya.

Mungkin beberapa hal tersebut masih bisa ditolerir dan wajar dialami oleh pasangan baru. Tapi jika sampai larangan-larangan tersebut mulai mengganggumu, kamu perlu mempertimbangkan kembali hubunganmu.

Mungkin saja hal ini menjadi salah satu tanda kekerasan emosional dalam hubungan yang sudah dia lakukan padamu.

4. Melarangmu melakukan hal-hal sepele karena terlalu posesifnya padamu

Melarangmu melakukan hal-hal sepele karena terlalu posesifnya padamu
Photo by Free-Photos from Pixabay

Sering ditanya “tadi itu siapa? Kenapa liatin foto-fotonya? atau Ngapain simpan kontak telepon orang lain?

Eitss kamu juga punya kehidupan loh. Salah banget kalau sampai pasanganmu melakukan introspeksi seperti itu hanya karena bentuk dari kecemburuannya.

Jangan percaya jika sayang berarti seseorang harus menunjukkan rasa cemburu secara berlebihan. Jika kamu sampai merasakan hal seperti ini, bisa dipastikan bahwa hubunganmu dengan dia sedang tidak baik-baik saja.

Mungkin saja kamu sedang menghadapi kekerasan emosional karena terlalu dikekang ataupun dilarang-larang.

Ingatlah bahwa dalam sebuah hubungan yang sehat diperlukan rasa saling percaya. Hal ini akan menjadi dasar dari langgengnya sebuah hubungan. Jika dasarnya saja sudah tidak baik, bisa disimpulkan bukan bagaimana akhirnya?

5. Menjadi orang pertama yang selalu disalahkan atas segala hal yang tidak disukainya

Menjadi orang pertama yang selalu disalahkan atas segala hal yang tidak disukainya
Photo by Pexels from Pixabay

Sering disalahkan atas semua masalah dan kesalahan yang terjadi dalam hubungan?

Kekerasan emosional memang jarang kamu sadari, bahkan untuk hal yang satu ini. Kamu sebenarnya bisa merasakannya, tapi kamu diam dan nggak mengindahkannya karena rasa sayangmu pada pasangan.

Akhirnya, hal inilah yang membuatmu mengabaikan hal itu. Misalnya saja ketika berada dalam sebuah hubungan dan kamu terus-menerus menjadi satu-satunya orang yang disalahkan. Terkadang hal ini tidak disampaikan lewat ucapan secara langsung.

Tapi bisa jadi, dia menunjukkannya lewat tatapan mata atau perilakunya setelah adanya permasalahan atau kesalahan.

Rasa tertekan itulah yang harusnya segera kamu sadari, serta jangan karena sayang kamu mengabaikannya. Jangan mau deh jadi objek kekerasan dalam hubungan pacaran!

6. Selalu merasa rendah diri dan tidak percaya diri karena selalu dikritik atau dihakimi

Selalu merasa rendah diri dan tidak percaya diri karena selalu dikritik atau dihakimi
Photo by StockSnap from Pixabay

Pacarmu sering mengungkapkan kalimat yang selalu mengkritik dan menghakimimu tanpa alasan?

Perilaku mengkritik sebenarnya tidak salah, asal dilakukan dalam kondisi dan alasan yang tepat.

Tetapi jika kalimat tersebut disampaikan meski kamu tidak melakukan kesalahan, bisa jadi pasanganmu lah yang bermasalah.

Jika dibiarkan berlanjut, bukan tidak mungkin kamu akan semakin merasa minder dan tidak percaya diri saat melakukan apapun.

Jika sudah mengalami hal seperti ini, sangat disarankan buatmu untuk tidak melanjutkan hubungan yang tidak sehat tersebut.

Ingatlah bahwa di matanya apa yang kamu lakukan itu nggak ada yang bener dan akan sangat percuma jika kamu membela diri.

7. Menunjukkan perilaku atau kalimat yang nggak pantas dengan berbagai alasan

Menunjukkan perilaku atau kalimat yang nggak pantas dengan berbagai alasan
Photo by StockSnap from Pixabay

Tanda kekerasan emosional ini sudah jelas, apalagi jika pasangan mulai mengancam akan melakukan semuanya jika kamu berulah. Termasuk semua hal penting dalam hidupmu, karir, pendidikan, hingga keuanganmu.

Bentuk ancamannya pun bisa bermacam-macam, entah itu ancaman untuk meninggalkanmu, membeberkan rahasia yang kamu punya, mengancam untuk menyakiti dirinya sendiri, dan sebagainya.

Secara tidak langsung, mengalami kondisi ini akan membuatmu semakin tertekan dan tidak bisa berpikir jernih.

Mempertahankan dia yang sudah mulai menunjukkan tanda kekerasan emosional dalam hubungan bukanlah pilihan tepat.

Hidupmu harus terus berlanjut dan kamu pun berhak bahagia. Jadi sudah paham kan apa yang harus kamu lakukan? Intinya, dalam menjalin sebuah hubungan harus dilandasi rasa saling percaya, saling mendukung, dan hal positif lainnya.

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Avatar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *