in

Perlu Tahu! 9 Tips Menjadi Freelancer Agar Bisa Sukses untuk Pemula

Bila kamu tertarik untuk memulai karir sebagai seorang freelancer, mungkin kamu membutuhkan beberapa tips freelancer yang berguna untuk perjalanan karir ke depannya. Sebab freelancer tidak bekerja dengan system seperti karyawan pada umumnya.

Sebenarnya freelancer ini lebih mirip dengan pedagang. Sebab kita tidak bisa memastikan berapa penghasilan kita setiap bulan dan tahunnya. Selain itu, kita juga tidak digaji per bulan atau dengan jangka waktu yang ditentukan.

Sehingga, kita perlu cermat dalam mengatur keuangan dan strategi agar bisnis freelance yang kita jalani bisa terus berjalanan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, baik untuk kalian yang baru memulai atau sudah lama dalam dunia freelancer, mungkin kalian akan membutuhkan beberapa tips freelancer berikut ini.

1. Harus Disiplin

Harus Disiplin
Photo: Pexels

Mungkin semua pekerjaan membutuhkan tingkat disiplin yang tinggi bila ingin sukses. Begitu pun dengan menjadi seorang freelancer. Apapun bidang yang kalian tekuni, disiplin merupakan salah satu kunci kesuksesan.

Namun perbedaannya adalah, bila dalam pekerjaan pada umumnya ada orang-orang yang membuat kita menjadi disiplin. Misalnya HRD yang selalu memantau jam kerja kaita, tingkat ketepatan waktu, atau sering dan jarangnya kita terlambat.

Sedangkan dalam menjadi freelancer, diri kita sendirilah yang harus mendisiplinkan jam kerja. Salah satu tips terbaik untuk menjadi freelancer yang disiplin adalah selalu mulai di jam awal yang sama dan jam akhir yang sama. Posisikan diri kita seolah-olah kita sedang bekerja di perusahaan yang menuntut kedisiplinan.

2. Tentukan Target Pencapaian

Tentukan Target Pencapaian
Photo: Pexels

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, freelancer bekerja seperti seorang pedagang dimana mereka tidak pasti mendapatkan berapa banyak customer atau klien dalam sebulan. Namun, bukan berarti kita tidak bisa membuat target pencapaian dalam bulan tersebut.

Target pencapaian ini sangat dibutuhkan untuk memotivasi dan mengevaluasi diri dari bulan-bulan sebelumnya. Namun usahakan target pencapaian yang dibuat bukan berupa uang atau hal materil lainnya.

Contohnya dalam satu bulan ini, kita harus mendapatkan minimal 5 respon positif dari pelanggan. Atau dalam bulan ini kita perlu memperbaiki semua respon negative yang pernah diberikan oleh klien. Dan target pencapaian ini harus terus diperbaharui setiap bulan atau tahunnya.

3. Pelajari Market dari Bidang yang Kalian Kuasai

Pelajari Market dari Bidang yang Kalian Kuasai
Photo: Pexels

Tips freelancer pemula yang berikutnya adalah dengan mempelajari target pasar dari bidang freelance yang kalian kuasai. Misalnya kalian ingin menjadi freelancer dibidang fotografi dengan menjual stock foto, kalian perlu tahu foto jenis apa atau dengan kata kunci apa yang paling banyak dicari.

Atau misalnya kalian adalah seorang freelancer baru yang bergerak di bidang pemrograman dan pembuatan software, kalian perlu mencari software apa yang paling diminati masyarakat saat ini, mana yang harganya paling murah, dan mana yang berpotensi dijual dengan harga paling mahal.

Dengan begitu, kalian akan lebih menguasai penjualan dari jasa freelance yang dipajang. Layaknya seorang pedagang, melakukan riset pasar untuk freelancer juga sangatlah penting.

4. Beriklan dan Membuat Promosi

Beriklan dan Membuat Promosi
Photo: Pexels

Bisnis apapun juga sangat membutuhkan promosi dan iklan, termasuk juga dengan bisnis freelance. Sebab tanpa melakukan penawaran, promosi, atau iklan, hanya akan ada sedikit orang yang mengathui jasa yang kalian jual.

Untungnya saat ini sudah banyak media baik website maupun aplikasi yang menyediakan layanan untuk para freelancer memajang jasa dan penawarannya. Contohnya seperti Fiverr, Sribulancer, Freelancer, atau 99design. Beberapa di antaranya bahkan menjangkau seluruh dunia.

Jangan lupa dalam beriklan, kita juga harus membuat penawaran yang terdengar menarik. Kita perlu memiliki kelebihan yang membuat customer harus membeli jasa freelance kita dibandingkan milik orang lain.

5. Hemat dan Menabung

Hemat dan Menabung
Photo: Pexels

Freelancer memiliki penghasilan yang terbilang tidak pasti. Meskipun banyak orang bilang dengan bekerja freelance, kita bisa menghasilkan ratusan bahkan ribuan dollar, namun penghasilan tersebut tidak pasti bisa didapatkan kembali pada bulan berikutnya. Bisa dibilang kalo lagi jaya, ya jaya banget. Tapi kalo lagi sepi, ya sepi banget.

Oleh karena itu, kita perlu menghemat dan menabung penghasilan dari tiap order yang diterima. Misalnya kalian menyisihkan 25% dari setiap order yang kalian selesaikan untuk disimpan dan ditabung.

Dengan begitu, dalam bulan-bulan berikutnya dimana order sedang berkurang, kalian tetap bisa memiliki kondisi finansial yang seimbang. Selain itu, uang ini juga bisa ditabung untuk mengupgrade peralatan yang kalian gunakan selama menjadi freelancer.

6. Kuasai Software dan Tools Yang Kalian Miliki

Kuasai Software dan Tools Yang Kalian Miliki
Photo: Pexels

Bicara tentang peralatan, kebanyakan peralatan yang dibutuhkan oleh kita yang bekerja secara freelance biasanya berupa digital. Baik itu software, model, stock photo, mockup, dan lain-lain. Namun, ada banyak pilihan software dan tool yang tersedia untuk bidang yang kita jalani.

Misalnya untuk para video editor, terdapat software-software seperi Premiere Pro, Movie Maker, atau software video editing yang lainnya.

Nah agar tidak bingung, sebaiknya kalian menguasai satu software dan tool saja daripada menggunakan banyak software hanya sebagai pemula. Sebab dalam kelas industry sekalipun, mereka hanya menggunakan paling banyak 3 atau 4 software untuk mengedit video. Jadi fokuslah pada satu software, namun jadilah yang terbaik.

7. Pilih Media Freelance Terbaik

Pilih Media Freelance Terbaik
Photo: Pexels

Tips kerja freelance berikutnya yang wajib kalian lakukan adalah memilih media freelance yang terbaik dan paling cocok dengan diri masing-masing. Sebab, banyak website yang menjadi tempat para freelancer berkumpul.

Tidak jarang, kita harus bersaingan dengan orang-orang dari luar negeri untuk bisa mendapatkan customer. Sehingga kita perlu memahami betul market yang ada dalam website tersebut.

Sebab, tidak semua website freelance memiliki market yang sama. Misalnya 99Design lebih banyak penggunanya yang membuat desain untuk website dan landing page. Sedangkan website freelance lain lebih banyak pengguna yang mencari mockup dan lain-lain. Jadi kalian harus tahu website-wesite itu fokus freelance nya kemana. Kan gak lucu kalo kalian menawarkan jasa photografer di website freelance jasa servis mobil.

Baca Juga: 9 Website Freelance Terbaik untuk Pemula

8. Perlakukan Klien dengan Baik

Perlakukan Klien dengan Baik
Photo: Pexels

Ungkapan “Pelanggan adalah raja” juga berlaku ketika kita bekerja freelance. Sebab bagaimana cara kita merespon pesan kepada klien akan sangat berpengaruh pada bagaimana mereka memberikan review terhadap hasil kerja kita.

Meskipun kita menyelesaikan order dan projek dengan baik tanpa membutuhkan revisi, namun bila kita merespon pesan dengan lambat, maka klien berhak memberikan review buruk.

Dan review ini akan terus terpajang dalam karir kalian sebagai freelancer dan semakin memperburuk citra kalian pada mereka yang mencari jasa. Jadi hal utama untuk menjadi freelancer yang sukses adalah memperlakukan klien dengan baik, misalnya ramah, sopan, tepat waktu, dan lain-lain.

9. Usahakan Memiliki Tidur yang Berkualitas

Usahakan Memiliki Tidur yang Berkualitas
Photo: Pexels

Dan tips terakhir adalah dengan menjaga kualitas tidur. Tips yang satu ini mungkin terbilang sepele, namun sangat penting khususnya dalam jangka panjang.

Banyak orang yang bekerja secara freelance dan memaksa mereka untuk begadang hingga tidur yang menjadi tidak teratur. Padahal hal ini justru hanya membuat ide dan pikiran mereka terhambat dan sulit menemukan ide baru.

Sebaliknya, kita bisa mendapatkan pikiran yang lebih segar bila memiliki tidur yang berkualitas dengan minimal 8 jam per hari.

Seperti itulah beberapa tips freelancer agar bisa sukses tanpa perlu membahayakan kesehatan diri kalian. Menjadi freelancer mungkin terlihat santai, namun faktanya pekerja freelance lebih beresiko mengalami stress akibat pekerjaan dibandingkan karyawan pada umumnya.

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *