Soal Komitmen Hubungan, Kamu dan Pasangan yang Akan Menjalaninya. Jangan Terlalu Dengarkan Kata Orang Lain

Soal Komitmen Hubungan
Soal Komitmen Hubungan
Iron Man
Iron Man
Print PDF

Apakah kamu percaya bahwa komitmen itu sangat penting? Apa benar dibutuhkan komitmen hubungan agar bisa menapaki jenjang yang lebih serius? Sebagian orang memang menganggap bahwa komitmen itu begitu penting. Hanya saja, tidak semua orang bisa dan mau untuk melakukannya.

Mungkin kamu merasa bahwa hal ini sangat mudah buat dilakukan dan tidak perlu sampai harus memaksakan diri. Tapi sayangnya, nggak semua orang bisa demikian. Bisa jadi, kamu justru mengalami kesulitan ketika harus menemukan seseorang yang bisa diajak berkomitmen bersama-sama.

Apalagi jika kamu ingin mencari seseorang yang berkomitmen sebagai hubungan pasangan kedepannya. Jangan sampai kamu asal memilih pasangan dan berharap bahwa komitmen tersebut bakal terjalin seiring berjalannya waktu.

Read More : The Best Scholarships for Economics Programs in Texas


Lebih baik pikirkan matang-matang, serta jangan terlalu mendengarkan apa kata orang lain tentang komitmen dalam sebuah hubungan. Karena bagaimanapun juga hubunganmu tersebut adalah kamu yang menjalani bersama pasangan.

1. Seiring bertambahnya usia, orang-orang yang ada di sekitarmu mungkin bakal punya ekspektasi lebih atas hubunganmu

Seiring bertambahnya usia, orang-orang yang ada di sekitarmu mungkin bakal punya ekspektasi lebih atas hubunganmu
Photo by Pexels

Hidup bermasyarakat seringkali membuatmu menerima banyak pertanyaan tentang hubunganmu. Apalagi jika orang-orang terdekatmu tersebut punya ekspektasi cukup tinggi atas dirimu. Semisal ketika usiamu sudah bertambah dan teman yang seusia mu sudah banyak yang menjalin hubungan pernikahan.

Read More : Computer Science College in Texas: Nurturing Tech Innovators


Sementara kamu masih merintis karir atau pun menjalani hidup buat bersenang-senang sebelum menjalani ikatan. Pada kondisi seperti ini, kamu nggak perlu yang namanya terlalu mendengarkan ucapan orang. Karena memang begitulah beberapa orang, kecenderungan atas apa yang biasa terjadi di sekitar.

Misalkan saja ketika kamu baru masuk sekolah, kamu pasti bakal dituntut agar mendapat nilai bagus. Saat lulus kamu akan dituntut buat kerja, lalu dituntut buat nikah, punya anak, dan seterusnya. Jika terus-menerus mendengarkan ucapan tersebut, tentu bakal bikin kamu makan hati sendiri.

Read More : Exploring the Best Psychology Colleges in Texas


2. Sebagian besar masyarakat menganggap bahwa bertambahnya usia adalah waktu yang tepat buat menjalin komitmen dengan seseorang

Sebagian besar masyarakat menganggap bahwa bertambahnya usia adalah waktu yang tepat buat menjalin komitmen dengan seseorang
Photo by Min An from Pexels

Beberapa orang mungkin bakal berkata bahwa usiamu saat ini sudah dewasa dan layak buat mencari pendamping hidup. Bahkan seolah-olah, kamu dituntut buat segera berkomitmen dengan seseorang yang kamu pun tidak tahu siapa orangnya.

Padahal seperti yang kita tahu, bertambahnya usia seseorang bukan berarti pemikirannya juga jadi lebih matang dan dewasa. Apalagi, di masyarakat kita sudah melekat dengan stereotip bahwa perempuan harus menikah di usia 20 hingga 25 tahun.

Padahal di usia tersebut kita masih harus merintis karir dan bahkan belum bisa dibilang sukses. Bila di usia tersebut kamu memang belum siap, kamu nggak perlu memikirkan apa kata orang lain soal komitmen buat menjalin hubungan.

3. Masing-masing orang punya pandangan hidup sendiri yang nggak bisa disamakan, begitu pula dengan tujuan hidup

Masing-masing orang punya pandangan hidup sendiri yang nggak bisa disamakan, begitu pula dengan tujuan hidup
Photo by MIXU from Pexels

Mendengar ucapan orang mengenai komitmen, mungkin bakal bikin kamu kesal dan semakin bete. Apalagi jika mereka terus-terusan menekan dan seolah-olah menuntut atas apa yang tidak kamu inginkan saat ini.

Daripada kamu kesal, lebih baik rendamkan amarahmu dan ingat bahwa setiap orang memiliki tujuan yang berbeda-beda. Termasuk perihal komitmen yang tidak bisa dipaksakan. Kalaupun mereka akhirnya memaksakan soal komitmen hubungan denganmu, anggap saja mereka kurang paham mengenai tujuan hidup setiap orang.

Mungkin saja mereka memiliki pandangan dan tujuan hidup yang sangat sederhana. Misalnya saja seperti sekolah, menikah, membesarkan anak dan menikmati masa tua. Lain halnya denganmu yang masih ingin menikmati hidup dan memiliki pandangan luas soal apa yang ingin dicapai.

Seperti halnya mencapai kesuksesan karir, berada dalam hubungan yang tepat, hingga berada dalam kondisi finansial yang cukup. Mengetahui hal ini, maka kamu bisa lebih santai dan anggap saja bahwa tujuan hidupmu tidaklah sesederhana mereka

4. Menjalin komitmen dengan seseorang, berarti kamu harus memberikan janji pada pasangan dan juga berjanji pada diri sendiri

Menjalin komitmen dengan seseorang, berarti kamu harus memberikan janji pada pasangan dan juga berjanji pada diri sendiri
Photo by Valentin Antonucci from Pexels

Ketika sudah memutuskan buat menjalin komitmen hubungan dengan seseorang, maka kamu harus bisa meyakinkan diri bahwa kamu bisa menepati janji yang dibuat. Tapi nggak semudah itu, karena kamu juga harus mampu memberikan komitmen pada diri sendiri atas hubungan tersebut.

Kamu dan pasangan harus sama-sama berjuang untuk mendapatkan hubungan yang harmonis dan berjalan lancar. Meski nggak bisa dipungkiri, bahwa dalam suatu hubungan kamu bakal melewati masa-masa sulit dimana akan ada pertikaian di dalamnya. Tapi dengan komitmen yang sudah dibuat, maka kalian bisa melewatinya dengan baik.

5. Komitmen dalam hubungan adalah tentang keyakinan atas orang yang tepat tanpa perlu memaksakan

Komitmen dalam hubungan adalah tentang keyakinan atas orang yang tepat tanpa perlu memaksakan
Photo by Pexels

Ketika kamu sudah siap untuk menjalin suatu hubungan, maka komitmen adalah suatu keyakinan. Di mana kamu harus benar-benar memilih orang yang dirasa tepat untuk bisa diajak menjalin komitmen bersama. Terutama bila kamu sudah yakin ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih serius seperti pernikahan.

Tapi ingat bahwa pasangan yang tepat memang tidak bisa diprediksi kapan akan datang. Jadi kamu tidak perlu memaksakan diri untuk segera menjalin komitmen tersebut. Karena bagaimanapun juga, akan lebih baik bila kamu terlambat daripada harus menjalin hubungan dengan orang yang salah.

6. Soal komitmen dalam hubungan bukan atas dasar usia saja, tetapi juga kesiapan diri

Soal komitmen dalam hubungan bukan atas dasar usia saja, tetapi juga kesiapan diri
Photo by Daniel Magulado from Pexels

Menjalin komitmen dalam hubungan, maka ada banyak hal yang perlu kamu pertimbangkan. Pertimbangan disini bukan hanya sebatas usia saja, tetapi mencangkup kesiapan fisik, mental, hingga materi. Tentu saja hal ini hanya kamu yang tahu, karena orang-orang hanya bisa melihat kesiapan umurmu saja.

Ingatlah bahwa setiap orang punya waktu dan tingkat kedewasaan berbeda yang nggak bisa kamu samakan. Sehingga jelas bahwa persoalan komitmen bukanlah hal yang mudah buat dipersiapkan. Apalagi jika kamu hanya mendengarkan ucapan orang, yang jelas-jelas mereka nggak tahu apapun soal hidupmu.

7. Kamu yang saat ini belum siap bukan berarti nggak siap selamanya. Kamu hanya sedang menyiapkan diri untuk hubungan yang lebih baik kedepannya

Kamu yang saat ini belum siap bukan berarti nggak siap selamanya. Kamu hanya sedang menyiapkan diri untuk hubungan yang lebih baik kedepannya
Photo by Alexandr Podvalny from Pexels

Beberapa orang mungkin bakal beranggapan kalau kamu nggak siap sekarang, berarti kamu selamanya nggak siap buat menjalani komitmen. Padahal sejatinya tidaklah demikian, karena kamu hanya ingin mempersiapkan masa depan dengan lebih baik.

Meski nantinya bakal banyak orang yang menganggapmu gagal untuk mendapatkan yang terbaik. Terlepas dari itu, anggap saja omongan orang tersebut adalah semangat buatmu dalam mencapai tujuan hidup. Buktikan pada mereka, bahwa persiapan yang kamu ucapkan tersebut bakal membawamu ke dalam hidup yang lebih baik nantinya.

Tidak perlu terlalu sibuk mendengarkan kata-kata orang soal komitmen hubungan. Karena bagaimana pun juga, kamulah yang bakal menjalani hidup. Mereka hanya sebatas penonton yang nggak ikut menyumbang atas keberhasilan ataupun kegagalanmu.