8 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Memulai Bisnis

sebelum-memulai-bisnis

Memulai sebuah bisnis dari awal tidaklah mudah. Perlu banyak perencanaan dan persiapan yang amat matang untuk dapat membangun sebuah bisnis yang sukses. kalian tidak bisa asal-asalan dalam memulai suatu bisnis, karena ada hal yang harus dilakukan sebelum memulai bisnis.

Terdapat hal penting yang harus dilakukan sebelum memulai bisnis supaya bisnis kalian dapat bertahan di antara persaingan yang ketat. Seiring berkembangnya teknologi, ide bisnis akan semakin mudah untuk didapatkan. Akibatnya, ke depannya akan semakin banyak bisnis yang lahir. Otomatis, persaingan bisnis kalian akan semakin sulit.

Itulah mengapa kalian diharuskan untuk merancang bisnis dari awal, bahkan sebelum bisnis kalian dibuat. Lantas, apa saja hal-hal yang harus kalian perhatikan sebelum membangun suatu bisnis yang kuat? Berikut ini adalah beberapa hal yang harus dilakukan sebelum memulai bisnis.

1. Riset Target Pasar

Banyak para pebisnis pemula yang baru saja memulai suatu bisnis asal terjun dalam menentukan suatu jenis bisnis. Mereka tidak melakukan riset terhadap masyarakat apakah produk yang akan mereka luncurkan akan memiliki banyak peminatnya.

Mereka biasanya melakukan asumsi sendiri bahwa produk mereka pasti akan laris dan banyak diminati di pasaran. Kemudian mereka meluncurkan produk tersebut. Setelah diluncurkan, nyatanya peminat produk tersebut sangat sedikit atau jauh di bawah ekspektasi mereka.

Bisnis yang akan kalian luncurkan sebaiknya harus dapat memenuhi kebutuhan beberapa target pasar. kalian jangan pernah berpikiran untuk membuat suatu produk yang dapat menyelesaikan masalah semua orang.

Lebih baik kalian fokus membuat produk yang mampu menyelesaikan masalah target pasar tertentu. kalian harus tau siapa target pasar, apakah mereka dari kalangan anak kecil, remaja, dewasa, dan lain-lain. kalian juga harus tau jenis kelamin, pekerjaan, kehidupan sosial, dan data-data lain mengenai target pasar.

2. Tentukan Produk

Setelah melakukan riset terhadap masyarakat, kalian akan mendapatkan data mengenai market. Kemudian, kalian buat produk yang memang cocok untuk target pasar bisnis kalian. Tentukan juga bagaimana cara mendapatkan produk tersebut, apakah kalian mudah menjangkau bahan produk kalian atau tidak.

Kemudian, pikirkan juga bagaimana kemasan yang efektif dan menarik perhatian masyarakat. Walaupun terlihat remeh, kemasan yang menarik rupanya mampu meningkatkan penjualan terhadap produk tersebut.

Pada kemasan yang menarik, terdapat warna-warna yang memiliki arti tersendiri. kalian dapat mempelajari psikologi warna yang tepat untuk kemasan pada produk. kalian tidak bisa membuat kemasan dengan pola yang sama dengan bisnis lain. Karena, setiap produk memiliki ciri khas yang berbeda-beda, sehingga warna kemasan yang diberikan pun akan berbeda.

3. Tentukan Anggaran dan Sumber Pendanaan

Kalian perlu menentukan dari mana sumber pendanaan untuk modal bisnis. Apakah dari kantung pribadi kalian, ataupun patungan bersama teman, atau bahkan berasal dari pinjaman bank.

Setelah menentukan anggaran bisnis kalian berasal dari mana, kemudian kalian tentukan berapa anggaran yang harus dikeluarkan untuk kelangsungan bisnis kalian, seperti membuat produk, menyewa tempat, dan lain-lain.

Hampir setiap bisnis pasti membutuhkan anggaran untuk modal. Maka dari itu, sebaiknya kalian buat secara rinci mengenai anggaran modal, berapa yang harus dikeluarkan dan untuk dialokasikan ke mana anggaran tersebut.

Banyak para pengusaha pemula yang tidak membuat rincian anggaran biaya dan hanya mengira-ngira anggaran bisnis mereka. Kemudian, ketika mereka terjun langsung ke lapangan, terdapat selisih biaya antara di laporan dengan kenyataan.

Tentu, hal tersebut sangat tidak efektif dan dapat mengancam kelangsungan bisnis kalian. Bagaimana tidak, apabila dana kalian terbatas dan rincian kalian tidak akurat, kalian dirasa akan membeli barang yang kurang maksimal.

Modal memang unsur yang sangat penting bagi suatu bisnis. Namun, apabila kalian belum punya modal berupa materi, kalian bisa menjadi dropshipper terlebih dahulu. Dengan menjadi dropshipper, kalian dapat menjual barang walaupun tidak punya modal. Sekilas, cara kerja dropshipper mirip dengan reseller.

Namun, perbedaannya adalah, jika dropshipper itu kita menjual barang namun barang masih di tangan supplier. Apabila ada orang yang pesan barang melalui kita, kemudian uang dari pembeli akan diteruskan oleh kita menuju supplier. Setelah itu, supplier mengirimkan barang atas nama kita.   Nah apabila kalian sudah memiliki modal, kalian bisa membuka bisnis sendiri.

Apabila kalian merupakan seorang kepala keluarga dan ingin memulai bisnis, sebaiknya kalian memiliki dana darurat yang besarnya 6 kali jumlah pengeluaran keluarga kalian setiap bulannya. Jadi, apabila bisnis kalian belum menemukan titik cerah, kalian masih dapat hidup dari dana darurat tersebut.

4. Buat Rekening Terpisah

Ini merupakan hal yang paling sering dilupakan oleh pengusaha pemula. Banyak pengusaha yang mencampurkan antara rekening pribadi dengan rekening bisnis. Akibatnya, mereka jadi bingung berapa pemasukan yang didapatkan melalui bisnis mereka.

Akibatnya, mereka jadi tidak tahu berapa biaya yang harusnya dikeluarkan untuk membeli bahan baku, menggaji karyawan, menggaji diri sendiri, dan lain-lain. Dengan mencampur uang pribadi dengan uang bisnis dalam satu rekening, sama saja kalian bunuh diri.

Walaupun kalian mencatat arus kas dalam buku, tetap saja kalian harus membuat rekening yang terpisah supaya lebih mudah dalam memanajemen keuangan. Setelah menghitung alokasi pemasukan pada rekening bisnis, kalian dapat mentransfer profit kalian ke rekening pribadi.

5. Tentukan Brand

Apakah kalian tahu AQUA? AQUA sangat terkenal sebagai merk air mineral. Banyak orang yang menggunakan kata AQUA sebagai pengganti kata ‘air mineral’. Buktinya, ketika berada pada warung atau toko, biasanya para pembeli berkata bahwa mereka ingin membeli AQUA, namun yang diberikan tidak selalu AQUA, bisa saja merk atau brand lain.

Di sini, peranan brand sangatlah penting bagi suatu bisnis. Brand merupakan cerminan dari suatu bisnis tersebut. Dengan adanya brand, sebuah bisnis akan lebih mudah diingat oleh masyarakat, seperti AQUA tadi.

Brand yang unik akan lebih menarik perhatian masyarakat dan mereka akan susah melupakan brand Anda. Maka dari itu, sebaiknya kalian membuat brand yang unik dan berbeda dengan lain.

Baca Juga: Branding: Salah Satu Kunci Kesuksesan Bisnis Kamu Lho!

6. Rancang Perencanaan Bisnis

Sebuah bisnis perlu perencanaan yang sangat matang untuk dapat bertahan hidup. Menjalankan bisnis tidak bisa main-main, kalian harus serius dalam mengelola bisnis yang telah kalian bangun sebelumnya.

Banyak pebisnis pemula yang gagal pada perencanaan. Sebuah kalimat mengatakan bahwa apabila kalian gagal merencanakan, maka kalian akan merencanakan kegagalan. Sungguh miris, namun memang benar adanya.

Membangun sebuah bisnis tanpa perencanaan yang total akan membuat kalian seolah-olah seperti bunuh diri. Sebelum memulai suatu bisnis, sangat diharuskan bagi kalian untuk merencanakan bagaimana bisnis kalian akan bekerja.

Anda perlu merencanakan bagaimana cara kerja bisnis Anda, bagaimana cara mencapai tujuan bisnis Anda, bagaimana operasional sistemnya, apa visi dan misi bisnis Anda, dan lain-lain.

7. Tentukan Lokasi Bisnis

Lokasi merupakan hal yang penting bagi suatu bisnis. Dengan memilih lokasi yang tepat dan strategis dapat mempengaruhi penjualan dan popularitas pada bisnis Anda. Sebaiknya, kalian mencari lokasi yang ramai dan banyak dilalui oleh orang-orang.

Dengan mencari lokasi yang ramai, bisnis kalian akan lebih mudah untuk dikenal banyak orang. Tentunya, hal itu dapat meningkatkan penjualan bisnis Anda.  Selain mencari lokasi yang strategis, kalian juga perlu mempertimbangkan kebersihan dan kenyamanan lokasi.

Jangan sampai lokasi bisnis kalian kurang bersih sehingga mengganggu kenyamanan para pengunjung. Akibatnya, bisnis kalian akan dianggap jelek oleh para pengunjung dan mereka tidak akan menggunakan produk kalian.

Bagi seorang pebisnis, kepuasan klien adalah yang utama. Maka dari itu, kalian perlu membuat pelanggan sangat nyaman dan ingin terus menerus membeli produk dari kalian. Karena, apabila mereka sudah nyaman dengan bisnis kalian, kemungkinan besar mereka akan membeli produk dari kalian lagi.

8. Mencari Mitra Bisnis

Untuk poin ini sifatnya opsional, artinya kalian tidak harus mencari mitra bisnis untuk membantu membangun bisnis. kalian bisa memulai bisnis sendiri secara perorangan. Memang bisa sih memulai bisnis tanpa partner bisnis.

Namun, kalian perlu mengalokasikan waktu dan tenaga lebih untuk bisnis kalian apabila ingin membangun bisnis sendiri. kalian harus mengatur konsentrasi kalian untuk mengelola bisnis tersebut seorang diri.

Beda halnya apabila kalian mengelola bisnis bersama dengan partner. kalian bisa saling bertukar pikiran dengan partner untuk memberikan solusi terbaik bagi bisnis kalian. Namun, tidak semua orang dapat mengelola bisnis dengan baik.

Anda harus selektif dalam memilih partner bagi bisnis Anda. Karena, hal ini juga demi kebaikan dan kelangsungan bisnis Anda. Sangat diutamakan untuk memilih partner bisnis yang telah memiliki pengalaman berbisnis sebelumnya.

Selain itu, partner bisnis yang baik adalah partner bisnis yang bisa fokus menjalankan bisnis tersebut. Jangan sampai partner bisnis tersebut malah mencampuradukkan urusan pribadi dengan urusan pekerjaan.

Partner bisnis juga harus mempunyai tanggung jawab yang tinggi terhadap bisnis kalian. Dengan memiliki tanggung jawab yang tinggi, maka kalian akan lebih termotivasi untuk membawa bisnis kalian menjadi lebih baik lagi ke depannya.

Jangan lupakan juga mengenai kejujuran. Jangan sampai anda mencari partner yang tidak jujur. Sebaiknya, anda bisa melakukan seleksi atau tes saat mencari rekan bisnis. Selain itu, yang tidak kalah penting, anda juga harus mencari partner yang memiliki kemampuan untuk bekerja sama. Tujuannya adalah supaya kalian akan lebih mudah dalam menangani bisnis tersebut.

Anda juga bisa mencari karyawan untuk membantu usaha yang sedang kalian jalani. Namun, perlu diperhatikan jumlah pencarian karyawan. Jangan sampai kalian mencari karyawan dalam jumlah yang banyak pada saat bisnis baru saja mulai.

Lebih baik, kalian rekrut karyawan dalam jumlah sedikit dahulu, supaya lebih mudah dalam memanajemennya dan tidak terlalu banyak mengeluarkan uang untuk membayar mereka. Apabila bisnis kalian sudah mulai berkembang, kalian bisa menambah jumlah karyawan untuk membantu mengelola bisnis.

Dalam memilih karyawan juga tidak bisa asal-asalan. kalian perlu mempertimbangkan kualitas dan semangat kerja mereka. Jadilah atasan yang baik bagi karyawan Anda. Tetap berikan contoh yang baik supaya mereka dapat meniru perilaku Anda.

Nah, itulah beberapa hal yang penting dilakukan sebelum memulai bisnis. Dalam menjalankan bisnis, dibutuhkan tekad yang kuat untuk mengelolanya. Apabila kalian tidak serius dalam berbisnis, lebih baik tidak usah berbisnis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here