8 Tips Membangun Bisnis Kuliner Rumahan (Catering)

Bisnis Kuliner Rumahan

Bisnis kuliner menjadi salah satu jenis bisnis yang tetap populer secara konstan. Untuk perubahan style fashion mungkin bisa jadi akan mengalami perubahan secara drastis, namun tidak soal kuliner atau makanan. Soal selera makan, sulit dipengaruhi oleh perubahan tren yang seringkali berubah dari masa ke masa.

Tidak heran jika sampai saat ini kuliner masih menjadi target perburuan yang paling banyak diminati oleh masyarakat. Bahkan, banyak juga para traveler yang memasukkan kuliner ke dalam list yang harus mereka lakukan atau cari di daerah wisata yang mereka kunjungi.

Alasan lain yang menjadikan kuliner sering dicari karena hal ini merupakan kebutuhan manusia yang sangat dasar. Di sisi lain, kuliner juga menjadi daftar tren paling marak di beberapa media sosial setelah wisata. Bukankah kita banyak menemukan postingan yang berkaitan dengan kuliner di media sosial?

Nah, selain menjadi kebutuhan pokok bagi manusia, kuliner juga menjadi salah satu tren untuk menunjukkan eksistensi diri di media sosial. Banyak yang menunjukkan eksistensi melalui foto makanan yang mereka posting. Jadi, kuliner ini merupakan bahan bisnis yang masih banyak menyediakan peluang bagi kamu yang ingin mengembangkan bisnis.

Akan tetapi, saat kita ingin merintis bisnis kuliner baik restoran, rumah makan, cafe, dan sebagainya, seringkali kita mengeluh dengan beberapa hambatan. Hambatan ini biasanya berupa minimnya modal, tidak adanya lahan untuk mendirikan bangunan warung, rumah makan, atau sejenisnya.

Atau hambatan tersebut juga muncul dalam bentuk kurangnya waktu yang dimiliki karena sibuk dengan pekerjaan rumah tangga, atau dengan kuliah dan sebagainya. Dan pada akhirnya kita tidak bisa melanjutkan impian kita untuk membangun bisnis kuliner karena beberapa hambatan tersebut.

Seharusnya, semua hambatan itu tidak menjadikan impian kita menjadi terbengkalai dan tidak pernah tergapai. Masih ada banyak jalan untuk menggapainya. Lalu bagaimana caranya? Salah satu caranya adalah merintis bisnis kuliner rumahan alias katering. Nah berikut tips untuk membangun bisnis kuliner rumahan.

1. Pilih Produk yang Sesuai dengan Hobi

Ada banyak jenis kuliner atau makanan yang dapat diolah menjadi suatu bisnis kuliner. Akan tetapi, tentunya tidak semua jenis makanan kamu sukai bukan? Di antara banyak jenis makanan, tentunya hanya ada satu dua yang merupakan bagian dari hobi atau kesukaan kamu.

Hal yang paling bijak dalam mengambil ide untuk menciptakan suatu produk ialah mengambil produk yang sesuai dengan hobi yang kamu miliki, paling tidak mendekati. Menyesuaikan ide produk dengan kebutuhan pasar memang penting, tapi lebih penting lagi menyesuaikannya dengan hobi.

Mengapa dikatakan penting? Karena hal ini menjadi penentu bagi bisnis kamu untuk dapat bertahan lama atau tidak. Jika bisnis kamu sesuai dengan hobi, maka akan sangat menyenangkan untuk dijalani. Misalnya kamu suka bereksperimen dengan masakan mie, nah, boleh lah kamu mencoba bisnis mie.

2. Tentukan Target Pemasaran

Setelah kamu menentukan masakan yang tepat untuk dijadikan bisnis, kamu harus mulai berpikir pasar manakah yang menjadi target untuk menjual produk kamu. Sebenarnya, untuk menentukan target pasar dalam mengembangkan bisnis kuliner rumahan ini tidaklah terlalu sulit. Karena untuk berbagai jenis makanan, hampir semua kalangan cocok menikmatinya.

Jika kamu ingin lebih memfokuskan kepada target tertentu juga merupakan hal baik. Ada banyak pilihan target yang dapat kamu bidik, seperti perusahaan, lembaga, instansi, atau untuk acara tertentu yang membutuhkan orderan banyak.

3. Ciptakan Inovasi atau Konsep Pembeda dengan Produk Lain

Dengan maraknya bisnis kuliner yang berjalan saat ini, maka kamu membutuhkan sesuatu yang berbeda dari para pesaing. Kamu harus membuat sesuatu yang berbeda agar produk kamu lebih melekat di ingatan para pelanggan. Sesuatu yang berbeda itu harus menarik dan membuat pelanggan kamu terus ketagihan.

Saat ini masyarakat memang cenderung menyukai hal yang aneh-aneh. Jadi jangan pernah takut untuk membuat sesuatu yang monoton. Ketahuilah biasanya sesuatu yang tidak aneh maka tidak akan menarik. Sebaliknya, semakin aneh maka akan semakin menarik dan membuat penasaran.

4. Berhematlah dengan Modal

Dalam memulai bisnis kuliner di rumah, kamu harus bijak dalam mengolah modal. Sebaiknya gunakan modal yang tidak terlalu besar di awal. Jika perlu, sisakan sebagian modal untuk kepentingan hal yang tak terduga nantinya. Kemudian baru setelah itu kamu mulai mengembangkan usaha sedikit demi sedikit.

5. Belilah Bahan di Tempat yang Murah

Untuk tips yang satu ini tentunya tidak hanya berlaku untuk bisnis kuliner rumahan atau catering saja, namun juga berlaku bagi semua jenis bisnis kuliner. Rata-rata semua pebisnis kuliner tidak pernah melewatkan cara yang satu ini. Dengan begitu, kamu akan lebih menghemat modal. Jika perlu kamu datangi agen pertamanya supaya mendapatkan harga yang murah.

6. Bedakan Bahan Bisnis dengan Bahan Pribadi

Mencampur-adukkan bahan masakan pribadi dengan bahan bisnis kuliner tentunya menjadi hal yang sangat fatal. Hal ini yang biasanya dianggap enteng oleh para pebisnis catering rumahan. Mau bahan seremeh apapun seperti garam, kamu harus membedakannya. Dengan begitu, kamu dapat mengevaluasi bisnis yang telah berjalan, terutama dari segi keuangan.

7. Promosikan Secara Menarik (Online dan Offline)

Promosi merupakan faktor yang paling penting dalam menjalankan bisnis. Untuk bisnis kuliner rumahan ini, kamu perlu mempromosikannya secara unik dan menarik. Kamu dapat menggunakan media offline maupun online. Akan tetapi, di jaman teknologi ini, masyarakat akan lebih banyak berkelana di dunia maya.

Oleh sebab itu, mempromosikan bisnis akan jauh mengalami perkembangan jika mempromosikan produknya di dunia maya, khususnya di media sosial. Perlu kamu catat, dalam mempromosikan produk di media sosial, kamu harus menggunakan cara yang tepat agar banyak menarik perhatian calon pelangganmu.

Baca Juga: 9 Cara Mengembangkan Bisnis Melalui Media Digital

8. Pilih Sistem Pembayaran yang Cocok (PO atau COD)

Terkait dengan masalah pembayaran, kamu bisa menerapkan sistem preorder pada bisnis catering tersebut. Sistem preorder ini sangat cocok digunakan dalam bisnis kuliner rumahan atau catering, setidaknya kamu menegaskan orderan minimal menggunakan DP. Hal ini menjaga-jaga terhadap pelanggan yang tidak konsisten dengan orderannya.

Namun terkadang masyarakat tidak mau ribet dengan dua kali kerja, mereka ingin sesuatu yang lebih simpel. Nah, untuk lebih simpelnya, kamu dapat memilih sistem pembayaran dengan Cash on Delivery atau lebih sering dikenal dengan singkatan COD. Sistem ini dilakukan dengan cara pelanggan menerima pesanan sekaligus membayar pesanan ditempat.

Baca Juga: 10 Cara Memulai Bisnis Katering Makanan Dengan Mudah Dan Sukses

Jadi membangun bisnis kuliner tidaklah sesulit yang kamu pikirkan. Selalu ada cara untuk mewujudkan segala impian. Tips membangun bisnis kuliner rumahan ini hanyalah teori yang butuh dinyatakan dengan komitmen dan tindakan. Jadi mulailah membangun bisnis kuliner rumahan sekarang juga!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here