Milenial Harus Tahu! 7 Tips Memulai Investasi Bagi Pemula

Demografi di seluruh dunia hampir di dominasi oleh kalangan milenial. Terlihat dengan banyaknya pengusaha muda yang mulai mendirikan perusahaan atau bisnisnya sendiri. 

Di Indonesia sendiri, banyak milenial yang sukses mendirikan kerajaan bisnis. Contohnya RANS Entertainment oleh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, Ruang Guru oleh M. Imam Usman, dan Kitabisa.com oleh Muhammad Alfatih Timur, serta banyak pemuda lainnya.

Berawal dari peluang, kini perusahaan tersebut menjadi salah satu investasi terbesar dalam kekayaan meraka. Sayangnya, tidak sedikit milenial yang berani untuk memulai berinvestasi. Salah satu alasannya karena belum tahu tentang investasi dan manfaat bagi kehidupannya nanti.

Banyak milenial yang tahu bahwa untuk berinvestasi harus memiliki modal yang cukup besar. Nyatanya, hanya bermodalkan Rp. 100.000 saja, saat ini kita bisa mulai berinvestasi.

Dan tahukah kamu, jika musuh terbesar milenial saat ini adalah waktu. Maka dari itu, kita harus menjadikan waktu sebagai sekutu investasi terbaik.

Percayalah, saat ini milenial berpeluang lebih besar dalam memperkaya dan mapan secara finansial. Ingin berinvestasi tapi masih pemula? Ikuti tips berikut ini untuk memulai berinvestasi, ya!.

1. Menabunglah sebelum berinvestasi

Photo by nattanan23 from Pixbay

Mekipun banyak jenis investasi yang tidak perlu modal besar. Namun, tetap saja, milenial wajib memiliki komitmen dalam menabung. Metode ini akan mengajarkan milenial untuk berbelanja setelah menabung.

Berbeda halnya jika milenial menggunakan metode menabung setelah berbelanja. Milenial baru akan menabung setelah menggunakan uangnya terlebih dahulu. Pada akhirnya, tidak ada target yang tercapai, karena metode ini tergantung uang sisa.

Inilah pentingnya milenial untuk mengetahui strategi dan cara menabung. Memilih untuk menyimpan di bank dalam jangka panjang atau berinvestasi untuk mengembangkan nilai uang jauh lebih tinggi.

2. Cari tahu tujuan kamu berinvestasi

Photo by Rawpixcel.com from Freepik

Selain belajar menabung, mengetahui tujuan untuk berinvestasi juga perlu. Tujuan yang jelas akan membantu milenial dalam mencapai targetnya.

Milenial pun bisa menentukan kapan ingin mendapatkan hasil keuntungannya. Berapa banyak modal yang harus di investasikan. Jenis investasi seperti apa yang tepat dan sesuai.

Dengan mengetahui modal investasi, artinya melenial mengetahui resiko sesuai dengan karakter dan kesanggupan dananya.

3. Mempelajari perhitungan rasio tabungan

Photo by Breakingpic from Pexels

Menabung tidak hanya soal menyisihkan dan menyimpan uang saja. Melainkan, milenial juga harus belajar tentang perhitungan rasio. Perhitungan ini bertujuan agar milenial paham betul akan konsep menabungnya selama ini.

Menghitung rasio tabungan dapat dengan cara uang tabungan dibagi uang pendapatan, dan dikali 100%. Milenial bisa menghitungnya dalam jumlah tahunan. Nantinya, milenial akan tahu jumlah ideal perbulan yang harus di tabungkan. Jika nilai rasio tabungan lebih dari 10%, artinya rasio tabungannya positif.

4. Terapkan gaya hidup hemat

Photo by Maitree rimthong by Pexels

Milenial sekarang lebih mudah untuk mendapatkan uang dan memperkaya diri secara finansial. Tanpa disadari, uang milenial sekarang juga lebih cepat hilang.

Maka dari itu, cobalah untuk merubah gaya hidup. Jika milenial terbiasa menghabiskan uang penghasilan untuk bersenang-senang. Mulai saat ini simpan 20% saja dari penghasilanmu untuk ditabung. Semoga konsisten.

5. Pilih jenis investasi yang tepat

Photo by Rawpixel.com from Freepik

Kita tahu bahwa investasi itu memiliki banyak macam dan jenisnya. Lantas, jenis investasi seperti apa yang tepat bagi generasi milenial.

Tidak semua investasi bisa di pilih oleh generasi muda, apalagi pemula. Tentu skala investasinya juga akan berbeda.

Milenial dan pemula sebaiknya memilih investasi aset nyata, seperti emas, tanah, dan property. Misalkan saja investasi properti, carilah rumah dengan lokasi strategis untuk dijadikan rumah kost.

Jika tidak berani investasi properti, maka pilihlah investasi emas. Hal ini karena harga emas relatif stabil. Preferensi faktor resiko yang rendah tentu tidak akan membuat pemula gigit jari. Lebih untung lagi, emas sangat mudah untuk di cairkan dananya.

Selain itu, milenial juga bisa berinvestasi melalui aset. Membeli saham dengan modal kecil, misalnya. Intinya jika berinvestasi aset, sesuaikan dengan modal yang kamu miliki. Jangan pernah berpikir berinvestasi dengan modal pinjaman.

6. Memaksimalkan teknologi yang ada

Photo by Geralt from Pexels

Teknologi yang semakin canggih tentu akan memberi keuntungan yang besar, salah satunya generasi muda. Semua hal akan lebih mudah dan cepat. Sehingga tidak ada alasan milenial tidak bisa menabung dan berinvestasi.

Dengan adanya perkembangan teknologi yang canggih, milenial sudah bisa berhemat. Contohnya saja dengan adanya layanan e-money dengan cashback kepada penggunanya saat bertransaksi.

7. Analisa jenis investasimu secara menyeluruh

Photo by Mindandi from Freepik

Sudah berinvestasi atau belum, milenial tetap harus menganalisa dengan baik jenis investasi yang dipilih. Harus tahu faktor apa saja yang bisa mempengaruhi laju investasinya.

Analisa yang bagus, akan berdampak positif terhadap perkembangan investasi. Apakah jenis investasi yang diambil masih stabil atau tidak? Selain itu, milenial juga bisa menyimpulkan terus berinvestasi atau tidak.

Tidak maukan, jika ingin melipatgandakan uang malah tidak berjalan. Syukur kalau masih ada perputarannya, jika tidak. Nah disinilah manfaat dari menganalisa investasi kita.

Lihatlah dirimu, jangan bandingkan dengan orang lain. Lakukan apapun yang bermanfaat bagi hidupmu, meski itu hal kecil. Perubahan hidup kita hanya ada ditangan kita, bukan orang lain. Jika ingin berinvestasi, lakukanlah tips memulai investasi bagi pemula. Are you ready

Leave a Comment