3 Cara Mengatur Keuangan Bisnis yang Masih dalam Kondisi Rugi

3 Cara Mengatur Keuangan Bisnis yang Masih dalam Kondisi Rugi
3 Cara Mengatur Keuangan Bisnis yang Masih dalam Kondisi Rugi
Iron Man
Iron Man
Print PDF

Tak sedikit dari para pelaku usaha yang ingin tahu bagaimana cara mengatur keuangan bisnis yang masih rugi. Sebab, untuk bisa mengatur keuangan bisnis yang masih rugi seperti ini, bisa dibilang bukanlah perkara yang mudah.

Tidak semua orang bisa melakukan hal ini dengan cara yang tepat. Sehingga untuk bisa melakukannya, setiap pelaku usaha harus tahu bagaimana strategi yang paling tepat untuk hal tersebut.

Salah satu alasan mengapa dikatakan mengatur semua aspek dalam keuangan bisnis bukanlah perkara yang mudah. Karena jika hal ini dilakukan tanpa menerapkan strategi yang tepat, hal ini dapat membahayakan keuangan dari bisnis yang Anda jalankan.

Apalagi, disini posisi keuangan bisnis belum balik modal dan masih ada di titik yang rugi. Tentu hal ini akan menjadi faktor tersulit untuk dilewati oleh para pelaku usaha.

Maka dari itu, tidak mengherankan jika sebagian besar pelaku usaha, khususnya yang masih pemula, mencoba mencari tahu bagaimana cara mengatur keuangan bisnis yang masih ada di titik rugi.

Sebagian besar dari para pelaku usaha ini berusaha keras mencari cara untuk bisa mendapatkan keuntungan supaya bisnis bisa selalu berkembang.

Ketika Anda masuk ke dunia bisnis, maka Anda harus berani menanggung berbagai macam tanggung jawab yang akan menjadi satu dengan kehidupan Anda.

Sebab, di dalam dunia bisnis akan ada banyak hal yang perlu Anda pertimbangkan secara matang. Dengan begitu bisnis yang Anda jalankan dapat selalu berkembang ke arah yang lebih baik lagi.

Segala dana yang berasal dari pemasukan maupun pengeluaran wajib diperhatikan secara seksama. Dengan begitu, Anda bisa selalu menjaga keuangan bisnis Anda dengan cara yang tepat.

Sementara itu, untuk menjaga dan mengatur keuangan bisnis Anda yang masih rugi, Anda bisa melakukannya dengan menerapkan cara-cara berikut ini:

1. Pisahkan Uang Usaha dengan Uang Pribadi

Foto: Freepik

Salah satu hal yang sangat tidak diperbolehkan untuk dilakukan ketika berbisnis adalah, mencampur uang usaha atau bisnis dengan uang pribadi Anda.

Meskipun kesannya terdengar tidak terlalu penting, nyatanya hal ini akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan keuangan bisnis Anda. Untuk itu, sebagai pelaku usaha yang pintar, Anda wajib memisahkan uang milik usaha Anda dengan uang milik Anda pribadi.

Jangan sampai Anda menggunakan uang usaha Anda untuk keperluan pribadi Anda. Dan hal ini juga berlaku sebaliknya, jangan pernah menggunakan uang pribadi untuk memenuhi kebutuhan bisnis Anda.

Kedua jenis dana ini memiliki perannya masing-masing, yang tidak boleh dijadikan satu. Jika Anda secara tidak sengaja menggunakan uang usaha untuk keperluan sehari-hari Anda, maka hal ini tidak hanya berpengaruh terhadap bisnis yang sedang Anda jalankan.

Baca Juga: Ketahui 8 Alasan Pentingnya Membedakan Rekening Pribadi dan Rekening Bisnis

Namun, kehidupan pribadi Anda pun ada kemungkinan akan terkena dampak dari aktivitas tersebut. Untuk mengantisipasi terjadinya hal tersebut, Anda bisa membuat buku keuangan bisnis. Yang mana di dalamnya akan meliputi pemasukan serta pengeluaran tiap harinya.

Pastikan Anda mencatat segala transaksi dalam bisnis Anda secara disiplin. Hal ini agar semua data dapat memiliki bukti bahwa apa yang sudah terjadi memang benar adanya.

2. Lengkapi dengan Dokumen-dokumen Pendukung yang Tidak Kalah Penting

Foto: Freepik

Yang dimaksud dengan dokumen-dokumen pendukung yang tidak kalah penting. Dokumen dimaksud seperti nota penjualan, invoice penjualan, kontrak dagang, buku rekening, dan lain sebagainya.

Beberapa dokumen penting ini sangatlah berperan besar dalam menjaga keuangan bisnis Anda yang masih ada di titik rugi. Untuk nota penjualan itu sendiri termasuk salah satu dokumen yang mampu memberikan informasi tentang berapa banyak produk atau pun jasa yang sudah berhasil terjual.

Dengan begitu, Anda bisa mengetahui secara jelas berapa hasil yang telah Anda dapatkan setiap harinya. Dokumen yang penting ini bisa Anda manfaatkan ketika hendak mengevaluasi kinerja bisnis yang sedang Anda jalankan tersebut.

Selain itu, nota penjualan juga akan sangat berperan penting dalam mengingatkan Anda. Misalkan ketika ada seorang pembeli yang belum membayar tagihannya di waktu sebenarnya.

Dengan begitu, Anda bisa tahu bahwa pembeli tersebut sudah melewati batas waktu yang sewajarnya. Sementara itu, ketika membuat nota penjualan ini, ada baiknya jika Anda membuat nota penjualan yang memiliki 2 rangkap.

Jika yang satu akan diberikan untuk pembeli, yang satunya lagi bisa Anda simpan sebagai dokumen pendukung yang penting untuk bisnis Anda.

Sedangkan untuk dokumen-dokumen pendukung lainnya seperti invoice penjualan, kontrak dagang, buku rekening, dan lain sebagainya ini, bisa Anda buat berdasarkan data yang sudah ada.

Jangan sampai dokumen yang Anda simpan ini tidak sesuai dengan data yang sebenarnya, karena jika hal ini terjadi, dapat mempengaruhi kinerja dan keuangan bisnis Anda.

3. Memiliki Format Pencatatan yang Tepat

Foto: Freepik

Setelah Anda memiliki buku kas keuangan untuk bisnis Anda, bukan berarti Anda bisa mengisi buku kas keuangan ini secara sembarangan.

Anda perlu memperhatikan format pencatatan yang tepat, supaya segala transaksi yang berlaku dalam bisnis Anda dapat berjalan dengan semestinya.

Baca Juga: Penting! Mengenal Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)

Sementara itu, jika melihat saran dari para ahli sendiri, sebuah bisnis atau usaha tertentu sebaiknya memiliki 4 format pencatatan yang antara lainnya adalah:

  • Pencatatan kas, yang berisi seluruh transaksi masuk maupun keluar yang terjadi dalam bisnis Anda. Inilah data yang akan ada di dalam buku kas keuangan bisnis Anda. Dengan adanya data seperti ini, Anda bisa memantau segala transaksi dalam bisnis Anda.
  • Pencatatan piutang, yang juga tidak kalah penting untuk dimiliki oleh setiap bisnis tertentu. Sebab, di beberapa bisnis tertentu, tidak semua jenis transaksi akan dibayarkan secara langsung. Dengan demikian, dana yang menjadi piutang ini wajib dicatat supaya Anda bisa mendeteksi jika masih ada piutang yang belum terbayarkan. Dengan begitu, Anda lebih bisa untuk mengatur arus kas.
  • Pencatatan utang, yang memiliki perbedaan cukup besar dengan pencatatan piutang meskipun namanya hampir mirip. Jika pencatatan piutang akan ditujukan untuk pihak pembeli yang belum membayar, untuk pencatatan utang disini akan ditujukan untuk bisnis Anda yang masih belum membayar suatu keperluan tertentu. Jadi, jangan merasa puas ketika melihat uang kas bisnis masih dalam kondisi yang berjumlah banyak.
  • Pencatatan stok, yang akan digunakan sebagai catatan untuk menghindari modal yang sudah ada dalam bentuk barang, tetapi barang tersebut masih tidak bisa diputar. Dengan adanya catatan stok seperti ini, Anda bisa mengetahui barang apa yang terjual dengan cepat dan lambat.

Kesimpulan

Semua hal yang menyangkut dunia bisnis memang tergolong rumit untuk dipahami. Namun, jika Anda sudah mengetahui ilmu dasarnya saja, Anda pasti akan merasa mudah untuk mempelajari berbagai macam hal lainnya. Hal tersebut sangat penting dalam perkembangan suatu bisnis tertentu.

Sementara itu, untuk informasi tentang cara mengatur keuangan bisnis yang masih rugi seperti yang ada di atas sendiri. Dalam hal ini juga termasuk ilmu dasar dalam dunia bisnis yang perlu untuk Anda ketahui.