in

Menjadi Pasangan Bahagia, Tidak Harus Selalu Mesra Setiap Saat kan!

Menjadi Pasangan Bahagia, Tidak Harus Selalu Mesra Setiap Saat kan!
Gambar Designed by pressfoto / Freepik

Sebuah hubungan pasangan yang bisa dikatakan bahagia menurutmu itu yang bagaimana? Apakah kamu sering merasa tidak percaya diri ketika melihat pasangan lain di media sosial? Apakah kamu juga pernah merasa cemburu pada mereka yang terlihat sangat serasi?

Mungkin, kamu melihat mereka adalah pasangan yang memiliki hubungan kebahagiaan yang sesungguhnya. Mereka terlihat kompak, seperti tidak pernah bertengkar, dan selalu terlihat mesra. Kemudian, kamu akan melihat kembali hubunganmu dengan pasangan sendiri. kamu merasa lebih banyak ribut dengan pasangan daripada sayang-sayangan. Kamu merasa bahwa hubunganmu dan pasangan tidak bahagia seperti hubungan orang lain.

Namun, jika kamu mengetahui lebih dalam lagi tentang hubungan orang lain yang kamu anggap bahagia itu, kamu pasti akan melihat bahwa mereka juga pernah mengalami masalah, serta perbedaan pendapat yang membuat mereka bertengkar. Jangan sampai kamu terjebak mengenai definisi hubungan yang kamu anggap bahagia.

Di bawah ini adalah beberapa tanda bahwa pasangan bahagia tak harus selalu dibuktikan dengan kemesraan.

1. Bertengkar, dan Saling Memaafkan

Walaupun kamu melihat pasangan lain tampak kompak dan bahagia, bukan berarti bahwa mereka tidak pernah bertengkar satu sama lain. Pasangan lainnya juga pasti bertengkar atas beberapa sebab. Namun, mereka bisa menempatkan diri. Walaupun bertengkar, mereka akan saling meminta maaf dan memaafkan. Sehingga, hubungan yang tadinya sempat memanas, akan kembali baik, bahkan bisa lebih dekat dari sebelumnya.

Sebuah hubungan itu terdiri dari dua orang, yang berarti ada dua kepala yang berbeda pemikiran. Hal tersebut tentu saja tak jarang menimbulkan ketidakcocokan pada satu atau beberapa hal. Namun, bukan berarti hal tersebut menandakan bahwa hubungan kamu dan pasangan tak bahagia.

2. Berdebat, dan Menemukan Kesepakatan

Dalam setiap pasangan, adanya perbedaan pendapat itu merupakan hal yang wajar. Contohnya, ketika si perempuan menyukai tim sepak bola Liverpool, sementara si laki-laki menyukai tim Manchester United. Perbedaan tersebut wajar-wajar saja. Si cowok tidak perlu mengubah klub idolanya demi menyenangkan pasangannya. Begitu juga sebaliknya, si cewek juga tidak perlu berpura-pura bahagia jika tim idola pasangannya mengalahkan tim sepak bola favoritnya.

Pada intinya, adanya perbedaan pendapat dalam sebuah hubungan itu normal adanya. Dua manusia yang berbeda, tentu punya pilihan dan kegemaran yang juga berbeda. Hal tersebut tidak perlu dipaksa harus berakhir dengan sebuah kesepakatan bersama. Dan perbedaan tersebut bisa membuktikan bahwa kamu dan pasangan adalah pasangan bahagia.

3. Duduk Berdua Walau Tanpa Kata

Jika kamu melihat pasangan temanmu selalu membawakan bunga setiap kali mereka bertemu, ataupun mengirimkan rekaman saat dia bernyanyi sambil bermain gitar, atau ketika pacar temanmu adalah pasangan yang selalu ada, yang siap mengantar jemput, mungkin kamu akan menggigit jari karena iri atau ingin seperti temanmu itu. Kamu akan merasa bahwa pacar temanmu adalah pasangan yang sempurna, selain itu, hubungan mereka juga menjadi hubungan yang diidamkan.

Namun, bahagia tidak melulu identik dengan keromantisan. Mungkin hanya kebetulan, pasangan temanmu merupakan pasangan yang romantis. Namun, bagi mereka yang tidak romantis, mereka tentu memiliki cara tersendiri untuk memperlihatkan cinta dan kasih sayangnya.

Jika pasanganmu bukan orang yang romantis, bersikap cuek kapan saja, justru kamu akan sangat terkejut atau bahkan tak percaya jika sewaktu-waktu ia menjadi orang yang tiba-tiba romantis. Bagi mereka, duduk berdua denganmu, walau tak banyak bicara adalah hal yang menyenangkan.

4. Saling Introspeksi Diri

Jika kamu mencintai pasangan sebagaimana adanya dia, bukan berarti kamu mencintainya tanpa syarat. Orang yang kamu kira adalah pasangan bahagia, bisa saja memang saling mencintai apa adanya, serta saling menerima satu sama lain.

Namun, hal itu bukan berarti mereka tidak saling menuntut kepada pasangannya. Hubungan yang baik selalu punya goal. Pasangan tersebut selalu belajar dari kekurangan diri sendiri dan pasangan, sehingga bisa melangkah ke depan, dan menjadi sosok yang lebih baik.

5. Hubungan yang Bahagia Tak Harus Mencintai Habis-Habisan

Jika kamu mencintai pasanganmu habis-habisan, hal tersebut justru akan membawamu pada kekecewaan yang mendalam. Bahagia bukan berarti kamu memberikan seluruh hati untuk pasangan, sehingga kamu bersedia melakukan semuanya asalkan dia bahagia.

Cinta yang kamu miliki untuk pasangan boleh besar, tetapi kamu tetap tidak boleh menyerahkan semua kepadanya. Sebuah hubungan yang bahagia, pelakunya akan mencintai dengan cara yang wajar. Mereka tidak berlebihan, tidak juga ala kadarnya.

Baca Juga: 6 Cara Perempuan Menyatakan Cinta Tanpa Bilang “I Love You”

6. Mengutarakan Maksud dengan Jelas

Kamu mungkin kesal jika pasangan tidak peka. Mungkin kamu juga iri jika melihat adegan di drama telenovela atau Korea. Di mana, pasangannya selalu mengerti apa yang ada dalam pikiran pasangan tanpa perlu diberi tahu.

Sayangnya, pasanganmu bukan seorang cenayang yang bisa membaca pikiran. Jika kode yang kamu berikan tidak bisa dia mengerti, maka utarakan maksud dan keinginanmu dengan jelas. Maka, kamu dan pasangan dapat meminimalisir pertengkaran akibat kesalahpahaman.

7. Mau Belajar

Pasangan bahagia tidak selalu tahu mana yang baik maupun yang buruk bagi suatu hubungan. Meskipun banyak buku panduan untuk memiliki hubungan yang baik dengan pasangan, tetapi hasilnya belum tentu sama untuk setiap orang. Orang-orang yang kamu pikir memiliki hubungan yang bahagia, serta saling memahami, tentunya juga pernah berbuat kesalahan. Namun, mereka akan belajar atas kesalahan yang diperbuat, sehingga menjadi lebih baik lagi untuk hubungan mereka.

8. Saling Menerima Walau Banyak Perbedaan

Jika pasanganmu memiliki kegemaran yang sama denganmu, mungkin kalian akan terlihat sangat serasi. Namun, jika kamu dan pasangan tidak memiliki persamaan hobi, makanan favorit, hingga tertarik pada hal yang sama, maka bukan berarti kalian tidak bahagia. Dengan semua perbedaan yang ada itu, kamu dan pasangan bisa tetap bahagia jika dapat menerima satu sama lain.

9. Adakalanya Merasa Sedih

Pasangan yang kamu klaim adalah pasangan bahagia, bukan berarti mereka tenang-tenang saja selamanya, bukan berarti mereka tidak pernah memiliki masalah yang berat. Dalam setiap kehidupan, masalah akan selalu ada. Mereka tentunya juga pernah memiliki masalah yang mesti diselesaikan. Mungkin saja, adakalanya mereka merasa lelah dan ingin menyendiri, untuk melakukan evaluasi dan merenungkan berbagai hal. Semua hal tersebut adalah wajar dalam setiap hubungan.

10. Saling Mengerti Setelah Berdebat

Jika hubunganmu dengan pasangan saat ini banyak terjadi perdebatan tentang suatu hal, serta tak semua perdebatan itu menemukan kesepakatan, jangan khawatir. kamu dan pasangan masih berada pada fase pendewasaan. kamu juga tak mesti serasi dalam berbagi hal bersama pasangan, karena perbedaan ataupun masalah akan selalu ada. Oleh sebab itu, kamu bisa menciptakan bahagiamu sendiri dengan cara saling mengerti setelah adanya perdebatan dengan pasangan.

Nah, mulai hari ini, berhentilah bercermin dengan kebahagiaan pasangan lain. Pasangan bahagia tidak selalu harus dengan keromantisan. Ciptakan bahagiamu sendiri bersama pasangan. Meski pasanganmu bukan orang yang romantis maupun peka, tetapi kamu sendiri yang dapat merasakan kebahagiaan bersamanya.

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *