in

Sudah Terbukti! 15 Cara Meningkatkan Penjualan Online Produk dan Jasa Secara Drastis 100%

Sudah Terbukti! 15 Cara Meningkatkan Penjualan Online Produk dan Jasa Secara Drastis 100%

Meningkatkan penjualan online adalah tujuan utama dari semua bisnis. Karena di jaman sekarang ini, metode bisnis telah beralih dari bisnis konvensional menjadi bisnis digital. Para konsumen saat ini lebih menyukai berbelanja menggunakan internet karena lebih simple dan efisien daripada harus bersusah-payah datang ke toko. Fenomena inilah yang memaksa bisnis harus mengganti metode dan pola bisnisnya agar mereka tidak ditinggalkan, yaitu dengan jualan online.

Memanfaatkan internet untuk meningkatkan penjualan adalah langkah yang tepat. Jika Anda menjual produk, Anda bisa memanfaatkan kekuatan media sosial, atau Anda juga bisa bergabung dengan situs jual beli online atau e-commerce untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Dan jika produk Anda adalah jasa, Anda bisa menawarkan jasa Anda melalui internet untuk menjangkau pengguna yang lebih banyak.

Tapi banyak juga bisnis yang sudah masuk ke internet tapi penjualannya tidak ada perkembangan. Ini mungkin karena metode jualan online di internet yang mereka gunakan tidak tepat sasaran. Untuk itu, berikut ini adalah 15 cara meningkatkan penjualan online produk dan jasa secara drastis yang bisa Anda pelajari dan analisa. Tips dibawah ini bersumber dari berbagai penelitian dan pengamatan dari perilaku konsumen online. Simak ulasannya:

1. Jujurlah dalam Promosi Produk

Jujurlah dalam Promosi Produk
Photo by freestocks.org from Pexels

Dalam hal promosi, sah-sah saja jika Anda menuliskan deskripsi bahwa produk Anda adalah yang terbaik, lebih unggul, lebih berkualitas, atau produk Anda asli bukan kw-kw-an, dengan catatan produk Anda memang seperti itu. Tapi yang jadi masalahnya adalah kalau Anda menuliskan deskripsi tentang produk tidak seperti kenyataannya. Misalkan, menuliskan produknya asli, padahal produk itu palsu. Menuliskan jasa yang ditawarkan cepat, padahal kenyataannya lambat, dan lain sebagainya.

Kejujuran dalam deskripsi tidak hanya penting bagi reputasi bisnis Anda, tetapi juga menumbuhkan dan mendorong kepercayaan terhadap merek Anda. Jangan membuat klaim yang Anda tidak dapat membuktikannya. Cobalah posisikan diri Anda sebagai konsumen, bagaimana perasaan Anda jika menggunakan jasa atau produk yang tidak sesuai dengan klaim dari perusahaan tersebut? Kecewa, marah? Mungkin yang paling menakutkannya lagi adalah Anda jadi ‘kapok’ tidak ingin menggunakan produk atau jasa mereka lagi.

Seperti itulah yang akan dirasakan konsumen jika Anda tidak jujur tentang produk sendiri. Mungkin awalnya memang penjualan akan meningkat, tapi lambat laun reputasi merek Anda akan menurun dan penjualan juga akan menurun secara drastis.

2. Posisikan Bisnis Anda sebagai Bisnis yang Kecil

Posisikan Bisnis Anda sebagai Bisnis yang Kecil
Photo by Engin Akyurt from Pexels

Semua pengusaha tentunya ingin membuat bisnisnya menjadi besar, punya karyawan dimana-dimana, punya klien dari perusahaan-perusahaan besar, dan lain-lain. Tapi sadarkah Anda bahwa terkadang mempunyai bisnis yang besar akan memunculkan perasaan yang nyaman bahkan menjadi sombong. Apalagi kalau sudah punya klien-klien besar, mungkin saja Anda akan mendahulukan klien besar tersebut daripada konsumen-konsumen kecil.

Misalkan dalam zona nyaman, biasanya keadaan seperti ini akan mematikan inovasi. Anda merasa untuk apalagi membuat inovasi baru, kan produk Anda sudah menguasai pasar saat ini! Mungkin saja seperti itu. Tapi dalam dunia digital, semua orang berpeluang menjungkalkan posisi Anda sebagai penguasa pasar. Karena zaman internet ini semua orang bisa menjadi pengusaha.

Begitu juga saat anda mendahulukan klien besar daripada konsumen kecil. Memang benar bahwa klien besar memberikan Anda penjualan yang stabil dan besar, tapi ingatlah bahwa konsumen kecil juga ikut Andil dalam peningkatan penjualan. Bahkan kebanyakan konsumen kecil inilah yang memberikan keuntungan yang lebih besar daripada klien-klien besar. Karena jumlah konsumen kecil tidak punya batasan, sedangkan jumlah klien besar ada batasannya, mungkin satu atau dua.

Untuk itu ada baiknya posisikan diri sebagai bisnis yang kecil (walaupun sudah besar). Kenapa? Karena saat Anda merasa bisnis Anda kecil, secara tidak langsung Anda akan mencoba untuk berinovasi, menjadi lebih baik, dan selalu meningkatkan layanan.

Pernahkah Anda menemukan layanan yang dijalankan oleh satu atau dua orang, tetapi layanan mereka lebih cocok untuk perusahaan multinasional?

Nah ini adalah cara pendekatan yang modern. Saat ini konsumen sudah tidak melihat brand dan merek besar lagi. Banyak konsumen kini mulai beralih ke bisnis yang lebih kecil karena layanan yang lebih individual, yang dapat mereka tawarkan. Bisnis yang kecil biasanya menawarkan produk dan jasa yang lebih priotitas, berbeda dengan merek yang besar yang prioritas mereka sudah terbagi-bagi.

3. Beriklan dengan Cara yang Tepat

Beriklan dengan Cara yang Tepat

Jika Anda menjual jasa atau barang secara online, itu artinya target konsumen anda adalah orang-orang digital. Perlu diketahui ada jutaan informasi baru yang ada Internet setiap harinya. Begitu juga informasi seputar bisnis, jika sudah berkaitan dengan internet, berarti Anda harus bersaing dengan pengusaha-pengusaha di seluruh Indonesia bahkan dunia. berbeda dengan usaha konvensional yang mungkin saingannya hanya usaha lokal saja.

Untuk meningkatkan penjualan online, salah satu yang terpenting adalah Anda harus meningkatkan keberadaan dan keterlihatan produk Anda di digital. Misalkan Anda berjualan di media sosial, Anda harus memperbanyak follower, memperbanyak jumlah like, dan lain-lain. Atau anda berjualan jasa di website, anda harus mempopulerkan website tersebut dan memperbanyak pengunjung website Anda, dan sebagainya.

Untuk mencapai tujuan itu, salah satu cara yang terbukti adalah dengan memasang iklan atau ads. Misalkan anda berjualan di media sosial, anda bisa mengikuti fitur ads di media sosial tersebut. Dengan begitu postingan produk anda akan dilihat semua pengguna media sosial tersebut.

Namun sebelum beriklan, perlu diketahui targetkan iklan anda untuk orang-orang yang terkait saja. Misalkan produk anda adalah sepatu, maka targetkan pengguna yang menyukai sepatu saja yang bisa melihat iklan Anda. Karena menurut penelitian, jika produk anda dilihat oleh pengguna yang menyukai produk tersebut, peluang mereka untuk membelinya akan lebih besar. Untuk itu targetkan lah iklan Anda, hampir semua layanan iklan digital mempunyai fitur untuk menargetkan iklan kepada penggunanya.

4. Guest Post di Blog

Guest Post di Blog

Ini adalah cara marketing yang sudah terbukti ampuh, yaitu melakukan guest post di Blog. Perhatikanlah, sebelum konsumen hendak membeli atau menggunakan produk dan jasa, biasanya mereka akan terlebih dahulu mencari informasi di Internet. Misalkan ada konsumen yang ingin membeli laptop, mereka kebanyakan akan Googling dulu seputar “laptop apa sih yang bagus, laptop apa yang terbaik, laptop apa yang cocok untuk gamers, dan sebagainya”. Konsumen akan terbuka dengan rekomendasi karena mereka tidak mau menyesal kalau nanti membeli produk yang salah.

Untuk meningkatkan penjualan online, anda bisa memanfaatkan perilaku konsumen ini. lakukanlah kerjasama dengan pemilik-pemilik blog dan website untuk menerbitkan artikel. Tentu artikel tersebut didalamnya sudah diberikan rekomendasi untuk produk Anda. Tapi ingat, promosinya jangan terlihat dengan jelas, karena pengguna internet sangat sensitif dengan iklan. Berikan promosi secara natural.

Untuk melakukan guest post, carilah blog yang memiliki reputasi yang baik dan terkenal. Tidak perlu di situs yang besar, karena disana biayanya sangat mahal. Carilah situs yang biasa saja tapi punya reputasi yang baik.

Selain itu, jika memungkinkan carilah blog yang pembahasannya sesuai dengan produk anda. Misalkan produk anda seputar wisata, maka carilah blog yang membahas wisata. Ini akan meningkatkan reputasi produk anda, karena konsumen biasanya lebih mempercayai rekomendasi dari blog tersebut karena blog itu merupakan blog yang fokus ke wisata.

5. Menampilan Hasil Review dan Testimoni

Menampilan Hasil Review dan Testimoni

Dalam lingkungan bisnis di internet, feedback pelanggan adalah salah satu hal yang terpenting untuk dilakukan. Feedback yang jujur didapatkan dari pelanggan yang real, atau pelanggan yang tidak Anda kenal sebelumnya, bukan didapatkan dari keluarga atau teman yang mengaku sebagai “pelanggan”.

Review dan testimoni ini tentunya bisa Anda dapatkan jika Anda sudah bisa menjaring pelanggan. Ketika Anda sudah punya pelanggan, mintalah review atau testimon yang jujur seputar produk atau jasa Anda. Jika testimoninya tidak baik, maka harus ada evaluasi untuk memperbaiki kekurangan yang ada. Dan jika testimoninya baik, maka harus juga ada perbaikan untuk meningkatkan kualitas produk dan jasa.

Untuk meningkatkan penjualan sekaligus cara memperbanyak pelanggan, anda bisa mengumpulkan testimoni yang baik dari pelanggan. Testimoni tersebut kemudian bisa Anda tampilkan di laman media sosial atau situs jualan Anda. Fungsinya adalah untuk menumbuhkan kepercayaan calon pelanggan terhadap produk Anda bahwa produk tersebut sudah terbukti kualitasnya.

6. Menggunakan Brand Ambassador

Menggunakan Brand Ambassador
Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Mempunyai brand ambassador bukan hanya untuk usaha dan bisnis yang sudah besar saja, tapi bisnis kecil juga dirasa perlu adanya ambassador. Fungsi brand ambassador adalah untuk mempromosikan produk Anda dan meningkatkan reputasi merek Anda.

Tujuan pertama dalam menggunakan ambassador adalah untuk memperkenalkan merek kepada pengguna digital. Kepopuleran usaha tentu akan meningkat seiring dengan kepopuleran dari ambassador tersebut.

Jika nama merek sudah terkenal, tujuan selanjutnya adalah meningkatkan kepercayaan pengguna digital terhadap produk Anda. Kepercayaan akan meningkat ketika mereka melihat ada sosok yang terkenal yang sudah menggunakan produk Anda. Tentu ini akan mengundang perhatian dan penasaran bagi fans dan pengikut ambassador tersebut.

Namun jika Anda belum bisa menggunakan brand ambassador, mungkin karena biaya yang cukup mahal. Anda bisa menggunakan jasa endorsement. Jasa endorsement dan ambassador memiliki definisi yang hampir sama, bedanya adalah endorsement cakupannya lebih kecil dan waktunya juga lebih singkat.

Lalu bagaimana mencari jasa endorsement atau ambassador? Pilihlah mereka yang memang bersentuhan dengan area bisnis Anda. Misalkan produk Anda adalah game, maka pilihlah endorsement atau ambassador dari seorang gamers. Produk Anda adalah sepatu bola, maka pilihlah mereka yang pemain sepakbola, dan sebagainya.

7. Porduk Edisi Terbatas

Waktu Penjualan Terbatas

Biasanya para pelanggan itu akan merasa bangga jika mereka mendapatkan produk atau jasa dengan edisi yang terbatas. Itu artinya produk atau jasa tersebut hanya didapatkan oleh mereka yang beruntung atau yang istimewa saja.

Oleh karena itu, tidak ada salahnya Anda membuat produk dengan edisi yang terbatas. Ini berfungsi untuk menarik perhatian calon pelanggan. Ingat! Terkadang demi sebuah pengakuan, pelanggan akan rela untuk membeli sesuatu yang sebenarnya mereka tidak butuhkan. Karena mereka akan berpikir “kapan lagi bisa mendapatkan edisi yang terbatas?”

Jika Anda memanfaatkan perilaku dan pemikiran pelanggan ini, maka peningkatkan penjualan bisa Anda dapatkan secara singkat.

8. Waktu Penjualan Terbatas

Waktu Penjualan Terbatas
Photo by Jakson Martins from Pexels

Menciptakan urgensi untuk pikiran pelanggan adalah salah satu cara marketing yang mudah untuk meningkatkan penjualan. Cara terampuh menciptakan urgensi adalah menetapkan waktu penjualan yang terbatas.

Dengan ada pembatasan waktu ini, secara tidak langsung akan bisa membujuk calon pelanggan untuk membeli produk Anda saat itu juga. Kadang saat urgensi tiba, para pelanggan tidak akan sempat lagi untuk “berpikir-pikir dua kali” atau “mencari referensi lain” untuk membeli sebuah produk.

Jika Anda masih bingung tentang urgensi atau waktu penjualan terbatas, Anda bisa lihat aplikasi e-commerce atau situs jual beli online saat ini. Di beberapa situs dan aplikasi tersebut sudah menyediakan fitur waktu penjualan terbatas. Biasanya yang paling umum adalah terdapatnya tanda jam yang berhitung mundur, yang menandakan penjualan produk itu memiliki waktu yang terbatas. Jika lewat dari waktu yang ditentukan, maka penjualan akan dihentikan.

Sama seperti produk dengan edisi terbatas, menetapkan waktu penjualan terbatas akan meningkatkan rasa percaya diri dan rasa bangga konsumen menggunakan produk Anda, ini karena produk Anda akan dinilai prestige bagi mereka. Jadi, menciptakan rasa urgensi adalah cara yang bagus untuk meningkatkan penjualan online untuk bisnis Anda.

9. Jaminan Uang Kembali Atau Garansi

Jaminan Uang Kembali Atau Garansi
Photo by Giftpundits.com from Pexels

Seringkali, salah satu faktor paling kuat dalam keputusan konsumen untuk tidak membeli sesuatu adalah menghindari risiko kerugian dan penyesalan. Bagaimana jika pelanggan Anda tidak menyukai produk Anda setelah baru membelinya? Itu artinya mereka membeli produk yang sia-sia. Bahkan pembelian itu dapat membawa risiko “penyesalan bagi pembeli,” jadi atasilah hal ini sejak awal dengan menawarkan jaminan uang kembali atau garansi.

Semakin banyak risiko yang Anda hapus dari keputusan calon pelanggan, semakin besar kemungkinan mereka akan membeli produk Anda atau menggunakan jasa Anda, jadi singkirkan segala sesuatu yang dapat menghalangi prospek untuk membeli dari pelanggan Anda.

10. Tawarkan Lebih Sedikit Pilihan

Tawarkan Lebih Sedikit Pilihan
Photo by Pexels

Bagi kebanyakan bisnis, konsep ini mungkin sama sekali tidak pernah terpikirkan. Tentunya menawarkan lebih banyak produk adalah cara yang bagus untuk meningkatkan penjualan! Ya belum tentu. Kenyataannya, dalam banyak kasus, variasi pilihan yang lebih banyak dapat menyebabkan keragu-raguan (kebingungan untuk memilih) pelanggan untuk membeli produk Anda, dan pada akhirnya menyebabkan hilangnya penjualan.

Jika Anda memiliki berbagai macam produk, pertimbangkan untuk menata situs atau halaman produk dengan cara memperlihatkan pengunjung pilihan sesedikit mungkin. Ini mengurangi kemungkinan pengunjung kewalahan, kebingungan, pusing, dan galau oleh puluhan produk yang berbeda.

Ini dapat dihindari dengan mengatur produk Anda ke dalam beberapa kategori yang semakin sempit. Jika Anda berjualan di media sosial, buatlah akun baru untuk kategori yang berbeda. Jika Anda berjualan produk di situs web atau aplikasi, pisahkan kategori atau buat akun baru sekalian.

Ingatlah bahwa semakin banyak pilihan yang Anda berikan, semakin besar kemungkinan pelanggan untuk pusing lalu batal untuk membeli, bahkan pergi ke tempat yang lain.

11. Gambar Produk Berkualitas

Gambar Produk Berkualitas
Photo by Retha Ferguson from Pexels

Mengingat Anda berjualan secara online, maka satu-satunya cara konsumen melihat produk Anda adalah melalui visual gambar. Konsumen tidak bisa melihat produk yang mereka inginkan secara langsung, maka dari itu Anda harus memberikan gambar dengan kualitas terbaik agar konsumen bisa melihatnya secara detail.

Namun pada kenyataannya, para penjual online saat ini kebanyakan menggunakan gambar hasil copy paste, atau hasil download di Google. Anda bisa perhatikan di situs jual beli online e-commerce, hampir semua penjual memasang gambar yang sama dengan penjual yang lainnya. Entah apa alasan mereka sangat kompak dalam memasang gambar jualannya,

Gambar adalah salah satu faktor keputusan pembeli untuk membeli produk secara online. Dan menurut sebuah penelitian, menggunakan gambar asli dari foto sendiri akan meningkatkan kepercayaan pembeli terhadap produk tersebut.

Selain itu kualitas gambar juga harus diperhatikan. Gambar jangan terlalu kecil, kurang terang, kabur, dan tidak terlihat sempurna. Anda juga harus menampilkan gambar untuk bagian-bagian pada produk. Misalkan produknya adalah tas, maka sertakan juga gambar pada bagian dalam tas, kantong tas, dan bagian yang lainnya.

12. Jawab Setiap Pertanyaan Pelanggan

Jawab Setiap Pertanyaan Pelanggan
Photo by bongkarn thanyakij from Pexels

Salah satu kesalahan penjual online, baik itu produk ataupun jasa, yaitu penjual menganggap pembeli itu lebih tahu tentang informasi produk. Sehingga penjual kadang enggan untuk menjawab semua pertanyaan-pertanyaan dari calon pembelinnya.

Calon pembeli tentunya memiliki hak untuk bertanya, karena mereka disini sebagai konsumen yang tidak tahu apa-apa tentang produk Anda. Oleh karena itu, luangkanlah waktu untuk menjawab semua pertanyaan mereka, dengan cara yang sopan dan lembut.

Selain itu, jawablah pertanyaan-pertanyaan mereka dengan jelas untuk menghindari calon pembeli bertanya terlalu banyak. Karena ketika mereka banyak bertanya karena tidak puas dengan jawaban Anda, itu tandanya pembeli mulai ragu terhadap produk Anda.

13. Give Away

Give Away

Semua orang tentunya menyukai barang yang gratis, begitu juga calon pelanggan Anda. Untuk memperkenalkan produk Anda kepada masyarakat luas, tidak ada salahnya Anda melakukan give away atau memberikan beberapa produk Anda secara gratis. Sebenarnya dalam berjualan online, ada dua metode yang digunakan untuk Give Away:

Pertama untuk jasa atau produk perangkat lunak. Dalam sektor ini Anda bisa menawarkan ujicoba jasa atau ujicoba penggunaan perangkat lunak secara gratis dalam waktu yang ditentukan. Misalkan untuk minggu pertama gratis, dan untuk minggu kedua seterusnya pelanggan baru membayar.

Kedua untuk sektor produk barang. Dalam sektor ini Anda bisa menyiapkan beberapa barang yang akan diberikan kepada calon pelanggan secara gratis. Dan untuk lebih optimal, Anda bisa memberikan syarat kepada yang ingin mendapatkan give away gratis. Misalkan mereka harus membeli produk Anda yang lain, dan sebagainya.

Give away ini berfungsi untuk memberikan kesempatan pelanggan Anda untuk mencoba produk Anda. Karena terkadang pelanggan enggan membeli produk karena mereka sudah nyaman dengan produk dari merek andalan mereka. Nah untuk itu, semakin banyak calon pelanggan yang mulai memahami produk Anda, maka semakin besar pula peluang mereka menjadi pelanggan Anda yang loyal.

14. Melaksanakan Tiered Pricing (Penetapan Angka)

Melaksanakan Tiered Pricing (Penetapan Angka)

Jika Anda pergi ke sebuah restoran dan melihat menunya, maka Anda bisa menemukan keunikan dalam hal penulisan harganya, dimana harganya dituliskan dengan bilangan huruf. Misalkan harganya Rp 30.000 dituliskan menjadi 30k. Ini dikarenakan psikologi pelanggan saat melihat jumlah 0 atau jumlah angka yang banyak adalah mahal. Oleh karena itu, semakin sedikit angka yang anda tuliskan, maka pelanggan akan merasa produk Anda adalah produk yang murah.

Selanjutnya jika Anda menerapkan diskon untuk produk atau jasa yang Anda tawarkan, biasanya Anda akan menuliskan harga aslinya dengan coretan kemudian diikuti dengan harga diskonnya. Nah yang harus Anda lakukan untuk meningkatkan penjualan adalah menjadikan ukutan font harga asli yang coretan lebih besar daripada harga yang sudah di diskon. Ini akan menciptakan efek psikologi pelanggan ketika lebih dulu melihat coretan harga tersebut.

15. Pilihan Metode Pembayaran yang Banyak

Pilihan Metode Pembayaran yang Banyak
Photo by Pexels

Jika Anda berjualan di e-commerce, mungkin tips yang terakhir ini tidak Anda gunakan. Karena e-commerce saat ini sudah menyediakan berbagai macam metode pembayaran. Namun jika Anda adalah bisnis yang mandiri, misalnya berjualan di website sendiri, forum atau di media sosial, maka Anda harus menyediakan metode pembayaran sebanyak mungkin. Misalkan pilihan Bank yang lebih banyak, atau sudah mendukung pembayaran menggunakan dompet digital.

Terkadang kemauan pembeli untuk membeli produk dan jasa menjadi batal karena penjual tidak menggunakan metode pembayaran yang pembeli gunakan, misalnya berbeda bank. Alasan utamanya adalah pembeli tidak mau membayar uang lebih untuk biaya admin transfer berbeda bank. Tidak mau kan, hanya karena biaya admin, Anda harus merelakan pembeli yang potensial. Oleh karena itu, sediakanlah berbagai macam metode pembayaran agar pelanggan nyaman bertransaksi dengan Anda.

Itulah 15 tips meningkatkan penjualan online produk dan jasa secara drastis, cara diatas dikumpulkan dari berbagai penelitian dan hasil pengamatan perilaku konsumen yang ada saat ini. Jika artikel ini berguna, silahkan bagikan atau bookmarks agar setiap saat Anda bisa membacanya kembali. Semoga Bermanfaat!

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *